Sabtu, 25 Oktober 2014

Bola / Internasional

Timnas Dibantai, Buntut Pengurus Ribut Terus

Kamis, 1 Maret 2012 | 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Timnas Indonesia kalah telak 10-0 atas Bahrain dalam lanjutan kualifikasi Pra-Piala Dunia Putaran III, di Manama, Rabu (29/2/2012) malam. Kekalahan ini membuat masyarakat geram. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng pun ikut memberikan tanggapannya.

"Inilah hasilnya kalau pengurus PSSI ribut terus," kata Andi, Kamis (1/3/2012).

Seharusnya, kata Menpora, semua mendahulukan kepentingan sepak bola nasional. "Dengan adanya dualisme kompetisi, maka Timnas yang dibentuk tidak diperkuat oleh pemain-pemain terbaik. Sebagian pemain terbaik yang bermain di kompetisi lain tidak diikutsertakan," kata dia.

Solusinya, lanjut Menpora, adalah rekonsiliasi. Dimulai dengan kedua kompetisi IPL dan ISL berada di bawah PSSI. "PSSI mengakui ISL dan ISL mengakui PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia," kata dia.

Dengan demikian, menurut Menpora, Timnas bisa dibentuk dengan materi pemain terbaik dari seluruh klub di mana pun dia berkompetisi.

"Di ujung tahun kita bisa bikin turnamen khusus antara dua tim terbaik IPL dan ISL. Ini solusi yang terbaik saat ini. Mudah-mudahan semua pihak terbuka mata dan hatinya melihat hasil semalam," katanya. (Hasanudin Aco)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Tri Wahono
Sumber: