Selasa, 23 Desember 2014

Bola / Internasional

Kiper Cilik Indonesia, Terbaik Kedua Sedunia

Rabu, 12 Oktober 2011 | 13:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Tim U-12 dari SSB Hasanuddin yang mewakili Indonesia dalam kompetisi Danone Nations Cup 2011 di Madrid, Spanyol, memang hanya mampu menempati peringkat ke-33 di antara 40 negara yang berpartisipasi. Namun, Kurnaim, sang kiper, didaulat sebagai kiper terbaik kedua dalam kompetisi ini setelah kiper tim asal Jepang.

Kurnaim (12) hanya kebobolan 4 gol sepanjang pertandingan DNC 2011 yang berlangsung pada 5-9 Oktober lalu. Prestasi ini tentu memberi bukti bahwa bibit-bibit pemain Indonesia tak kalah berkualitas dibanding negara lain.

"Anak-anak kita tidak berbeda dengan anak-anak negara lain. Secara kualitas, pemain seluruh negara sebenarnya hampir merata. Cuma kami terkendala makanan dan cuaca," kata Pelatih SSB Hasanuddin, Amirullah, dalam keterangan pers di Bellagio, Rabu (12/10/2011).

Tim SSB Hasanuddin Makassar merupakan wakil Indonesia di ajang kompetisi internasional ini setelah menang atas tim dari Aceh dalam kompetisi AQUA-DNC 2011 se-Indonesia sebelumnya. Mereka pun berhak mewakili Indonesia dalam kompetisi dunia yang tahun ini digelar di Stadion Bernabeu, kandang tim sepak bola tersohor Real Madrid.

Danone mencatat permainan anak-anak ini terus meningkat sepanjang perebutan tempat terbaik dari tim-tim peringkat bawah. Tim Indonesia berhasil menahan imbang Perancis 1-1 serta menang 1-0 atas Selandia Baru, 1-0 atas Aljazair, dan 2-1 atas Guatemala.

Bahkan di pertandingan sebelumnya di Grup F, tim Indonesia hanya kalah 0-1 ketika melawan tim kuat Cile dan China. Dengan perolehan ini, Indonesia berada di peringkat ke-33. Permainan dinilai cukup baik meski tak mampu mengulang prestasi perwakilan Indonesia sebelumnya yang mampu mencapai 16 besar.

Para penyerang tim berhasil menyarangkan 6 gol sepanjang pertandingan, salah satunya oleh kapten tim Asnawi. Asnawi sendiri mengaku bahagia mendapat kesempatan untuk bermain di tingkat internasional.

"Pengalaman yang enggak bisa dilupa meski kami kesulitan karena kedinginan," katanya.


Editor : Caroline Damanik