Kamis, 24 April 2014
Trauma Spanyol, Cambuk bagi Torres
Senin, 11 Januari 2010 | 23:06 WIB
|
Share:
AFP/ALBERTO PIZZOLI
Penyerang Liverpool, Fernando Torres.

NYON, KOMPAS.com - Tak banyak yang dapat diharapkan Fernando Torres terhadap Liverpool musim ini. Namun, striker ini masih dapat merajut mimpi indah bersama Spanyol. Di Piala Dunia 2010, harapannya untuk memenangi gelar juara jauh lebih realistis dibanding berjuang di kancah klub.

Setelah melewatkan satu tahun tanpa menikmati aroma juara, kini Torres menumpukkan asanya pada kekuatan "La Furia Roja" di Piala Dunia. Hanya ini cara untuk mengobati kesedihannya akibat musim buruk bersama "The Reds". Torres masuk dalam daftar pemain anggota tim terbaik dunia versi FIFA maupun Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional (FIFPro) sehingga wajar jika dirinya perlu mendapatkan gelar juara pada tahun ini.

Kepada FIFA.com, pemain berjuluk "El Nino" tersebut menyampaikan semua harapannya soal Piala Dunia, termasuk soal trauma kegagalan timnya di Piala Konfederasi 2009. Ia tak ingin kekalahan di turnamen tersebut menghantui timnya di Afrika Selatan nanti. Berikut petikan wawancaranya dengan FIFA:

T: Bulan lalu Anda terpilih untuk masuk ke dalam FIFA/FIFPro World XI 2009. Bagaimana rasanya dikenali oleh lebih dari 50.000 pesepak bola yang memiliki hak untuk memilih? 
J: Merupakan suatu kebahagiaan dan kepuasaan luar biasa. Diterima oleh pesepakbola profesional merupakan hal spesial, membuatmu bangga. Kenyataan bahwa mereka mengagumi apa yang Anda lakukan semakin mendorong Anda untuk terus berkembang dan berusaha tetap menjadi bagian dari 11 pemain terbaik ini. 

Bagaimana seorang Torres melihat 2009? 
Menjadi bagian dari World XI tanpa memenangkan piala apa pun justru memberiku motivasi lebih. Maksudku adalah, walaupun secara kolektif kami tidak memenuhi harapan, tapi secara pribadi aku telah melakukan pekerjaanku dengan baik. Aku harus terus maju. Kami hanya membutuhkan sedikit keberuntungan untuk dapat memenangkan trofi. 

Segalanya tidak berjalan lancar untuk Liverpool musim ini. Apakah klub akan mampu membalikkan keadaan di sisa musim? 
Sayangnya, musim ini tidak berjalan seperti yang kami inginkan, tapi kemampuan terbaik kami akan segera keluar. Mari berharap agar kemampuan terbaik Liverpool keluar di sisa musim ini. Dan siapa tahu, pada Mei kami akan membicarakan tentang bagaimana musim ini berlangsung dengan baik. Kami masih objektif dalam penilaian musim ini. 

Dalam kasus ini, apakah masih ada kepercayaan diri dari manajer dan pemain ? 
Tentu saja, kami masih percaya diri bahwa kami akan memperbaiki posisi kami dan semuanya masih berada di tangan kami. Kami masih merupakan tim yang sama yang mampu finis di posisi kedua musim lalu, dan kami akan melakukan apa pun untuk meningkatkan situasi kami. 

Dengan Spanyol, semuanya berjalan lancar, "La Roja" mampu memenangkan 10 pertandingan kualifikasi Piala Dunia. Menurut Anda, apa kesimpulan tahun ini bersama tim Spanyol?
Menurutku hal paling positif adalah bagaimana kami langsung bangkit setelah tersingkir dari Piala Konfederasi di semifinal. Kekalahan tersebut menyadarkan kami bahwa jalan ke Piala Dunia tidaklah mudah. Dan cara paling baik untuk menyadarkan kami adalah memenangkan 10 pertandingan berturut-turut di kualifikasi Piala Dunia. Kami telah menyembuhkan kepercayaan diri yang telah hilang setelah kekalahan dari Amerika Serikat di Piala konfederasi. Yang paling penting adalah kami menuju Piala Dunia tanpa terkalahkan dan kami ingin mengakhirinya juga dengan tanpa kekalahan. 

Menurut Anda, apakah kekalahan dari Amerika telah membuat Anda lebih kuat? 
Menurutku, tim kami selalu memijakkan kaki kami di bumi. Kerendahan hati merupakan bagian dari Spanyol. Tapi kami juga menyadari bahwa siapa pun dapat mengalami hari buruk dan hari buruk tersebut bisa menyingkirkan kami dari Piala Dunia. Hal tersebut sangat jelas terjadi pada kami di Piala Konfederasi, jadi kami harus memastikan agar hal tersebut tidak terjadi lagi. Afrika Selatan 2010 merupakan kesempatan kami dan kami tidak akan menyia-nyiakannya. 

Spanyol telah diundi masuk ke dalam Grup H bersama Swiss, Honduras, dan Cile. Bagaimana Anda melihat para pesaing Spanyol di grup ini? 
Seperti telah kukatakan sebelumnya, semua tim dapat menyulitkan. Kami harus menghormati semua lawan. Tujuan kami adalah melalui pertandingan demi pertandingan dan finis di posisi teratas grup. Siapa pun yang akan kami hadapi di babak 16 besar merupakan lawan yang pantas ditakuti, baik finis di posisi pertama atau kedua, karena tim-tim di Grup H yang akan menjadi lawan kami merupakan tim-tim terbaik di dunia. Tapi jika kami ingin menjadi yang terbaik, kami harus siap melawan siapa saja. 

Gol Anda pada final Piala Eropa 2008 mengantarkan Spanyol pada trofi senior pertamanya sejak Piala Eropa 1964. Bisakah Anda melihat diri Anda untuk mengulanginya beberapa bulan kemudian ? 
Kami semua mengimpikan dapat memenangkan final yang lain, khususnya Piala Dunia yang merupakan impian semua pesepak bola. Aku kira kami semua dari waktu ke waktu pasti membayangkan untuk mengangkat Piala Dunia. Mari berharap hal itu akan terjadi segera. Kami tahu itu sulit, tapi kami akan berusaha sebaik mungkin karena kami sedang dalam performa terbaik dan kami mungkin tidak akan berada di situasi seperti ini lagi. 

Pele mengatakan bahwa Spanyol saat ini mengingatkannya pada Brasil di Piala Dunia Meksiko 1970. Sama seperti Spanyol, saat itu Brasil mampu memenangkan semua pertandingan kualifikasi. 
Saat legenda sepak bola berbicara, Anda harus mendengarkan. Itu menambah motivasi kami. Namun, hal itu juga menjadi peringatan bagi lawan-lawan kami agar lebih bertahan saat melawan kami. Mari berharap agar saat Piala Dunia selesai, kita dapat mengatakan bahwa ramalan Pele telah terbukti. 

Apa harapan Anda di 2010?
Sama seperti dari tahun ke tahun, harapanku adalah aku tidak cedera. Bukan hanya aku, tapi juga semua anggota tim karena akan ada banyak pertandingan besar, sehingga kami bisa berkompetisi dengan level tinggi. Semoga tim terbaik yang menang. (FIFA)

Editor : lhw