Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

70 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kala Petisi Rakyat Chile Gugurkan Kartu Merah Garrincha...

Kompas.com - 11/09/2022, 11:07 WIB
Benediktus Agya Pradipta,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

Sumber FIFA

KOMPAS.com - Manuel Francisco dos Santos atau yang lebih dikenal dengan nama Mane Garrincha menjadi sosok fenomenal di balik kesuksesan timnas Brasil pada Piala Dunia 1962 Chile.

Aksi Mane Garrincha di lapangan hijau menjadi simbol keindahan sepak bola Brasil ketika itu. Kehebatannya adalah sumber kebahagiaan bagi Negeri Samba.

Bahkan, dengan kehebatannya, Garrincha seolah mampu menghipnotis pendukung lawan. Hal ini terbukti ketika ia diselamatkan oleh petisi rakyat Chile pada Piala Dunia 1962.

Pada Piala Dunia 1962, Brasil datang ke Chile sebagai juara bertahan. Mereka kembali diperkuat oleh para pahlawan yang sebelumnya berhasil mempersembahkan gelar juara dunia pertama kepada rakyat Brasil pada edisi 1958 di Swedia.

Baca juga: 80 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Pele, Psikolog, dan Kesuksesan Brasil Juara Piala Dunia 1958

Garrincha menjadi salah satu sosok di antara para pahlawan timnas Brasil tersebut. Selain itu, ada juga nama-nama besar seperti Pele, Vava, Zito, hingga rekan setim Garrincha di klub Botafogo, Mario Zagallo.

Brasil dengan skuad yang tak jauh berbeda mampu tampil menjanjikan pada laga pembuka fase grup Piala Dunia 1962.

Mereka sukses mengalahkan Meksiko dengan skor 2-0 berkat sepasang gol dari Mario Zagallo dan Pele.

Setelah itu, Brasil mendapat cobaan berat ketika melakoni laga kedua fase grup kontra Cekoslowakia.

Baca juga: Rodrygo Dapat “Baptisan” Pele: Terima Kasih, Raja…

Garrincha dkk ketika itu ditahan imbang 0-0 dan harus kehilangan sang bintang, Pele, yang mengalami cedera.

Pele tak bisa tampil pada sisa laga di Piala Dunia 1962 akibat cedera tersebut.

Kehilangan sosok Pele tak memengaruhi mentalitas juara Brasil yang kemudian mampu menutup perjuangan di fase grup dengan kemenangan comeback atas Spanyol.

Brasil mengakhiri perlawanan Spanyol dengan skor 2-1 berkat sepasang gol yang dibukukan oleh Amarildo.

Baca juga: Neymar Diminta Tiru Pele di Piala Dunia 1962

Skuad timnas Brasil berpose sebelum pertandingan final Piala Dunia 1962 melawan Cekoslowakia yang digelar di Stadion Nasional, Santiago, pada 17 Juni 1962. Dalam foto tersebut, Garrincha duduk jongkok di urutan kedua dari kiri. (Foto oleh AFP)AFP Skuad timnas Brasil berpose sebelum pertandingan final Piala Dunia 1962 melawan Cekoslowakia yang digelar di Stadion Nasional, Santiago, pada 17 Juni 1962. Dalam foto tersebut, Garrincha duduk jongkok di urutan kedua dari kiri. (Foto oleh AFP)

Kemenangan tersebut membuat Brasil lolos ke perempat final Piala Dunia 1962 sebagai juara grup. Mereka didampingi oleh Cekoslowakia yang finis di peringkat kedua.

Di perempat final, Garrincha mulai menunjukkan sinarnya. Dia dua kali membobol gawang Inggris untuk membantu Brasil menang 3-1 dan lolos ke semifinal.

Hasil laga kontra Inggris seolah menegaskan bahwa Brasil tak perlu gundah atau khawatir ketika kehilangan Pele. Sebab, malaikat telah turun dalam rupa Garrincha!

Terbukti, setelah itu, Garrincha kembali mencetak dua gol pada semifinal Piala Dunia 1962 kontra tuan rumah Chile.

Baca juga: 73 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Garrincha, Malaikat Berkaki Bengkok Bintang Piala Dunia 1962

Garrincha membuat kubu tuan rumah terdiam. Lalu, Brasil sukses menambah keunggulan hingga memastikan kemenangan 4-2 atas tim tuan rumah.

Brasil kemudian lolos ke final Piala Dunia 1962. Namun, lagi-lagi mereka harus kehilangan pemain penting. Kali ini, Garrincha yang harus keluar dari skuad.

Garrincha tak bisa bermain di partai puncak karena mendapat kartu merah kala melawan Chile.

Petisi Rakyat Chile untuk Garrincha

Kehilangan Garrincha menjadi suatu ancaman bagi timnas Brasil. Terlebih lagi, mereka harus melawan Cekoslowakia di final Piala Dunia 1962.

Namun, sebuah kejadian langka terjadi menjelang final Piala Dunia 1962, Brasil vs Cekoslowakia.

Rakyat Chile bersama sang Presiden, Jorge Alessandri, membuat petisi untuk mengizinkan Garrincha tetap bermain di partai puncak.

Di laman resmi FIFA tertulis bahwa rakyat Chile rela membuat petisi tersebut karena tergila-gila dengan permainan Garrincha.

Baca juga: Daftar Pelatih Juara Piala Dunia sejak 1930, Vittorio Pozzo Tersukses

Mereka tak peduli dengan fakta yang terjadi pada laga sebelumnya, ketika Garrincha menjadi aktor utama di balik kekalahan timnas Chile.

Petisi dari rakyat dan Presiden Chile menjadi tiket emas bagi Garrincha.

Garrincha, Si Malaikat Berkaki Bengkok, bisa menari di final berkat rakyat dan Presiden Chile yang tergila-gila.

Bersama Garrincha, Brasil sukses memenangi partai puncak kontra Cekoslowakia dengan skor 3-1.

Garrincha tidak mencetak gol di final, tetapi kehebatannya tetap bersinar sepanjang turnamen.

Surat kabar Chile, El Mercurio, menggambarkan kehebatan Garrincha lewat sebuah pertanyaan, "Garrincha, Anda berasal dari planet mana?".

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Persib Bandung Vs Madura United, Rivera Utamakan Kepentingan Tim

Persib Bandung Vs Madura United, Rivera Utamakan Kepentingan Tim

Liga Indonesia
Thiago Motta Pergi dari Bologna, Kans Jadi Pelatih Anyar Juventus

Thiago Motta Pergi dari Bologna, Kans Jadi Pelatih Anyar Juventus

Liga Italia
Hasil Malaysia Masters: 4 Wakil Indonesia ke 8 Besar, Pastikan 1 Tiket Semifinal

Hasil Malaysia Masters: 4 Wakil Indonesia ke 8 Besar, Pastikan 1 Tiket Semifinal

Badminton
Ricky Soebagdja Ungkap Fokus PBSI Jelang Olimpiade 2024

Ricky Soebagdja Ungkap Fokus PBSI Jelang Olimpiade 2024

Badminton
Lewandowski Tak Takut Mbappe Perkuat Madrid, Ingatkan Barcelona

Lewandowski Tak Takut Mbappe Perkuat Madrid, Ingatkan Barcelona

Liga Spanyol
Julen Lopetegui Resmi Gantikan Moyes Jadi Pelatih West Ham United

Julen Lopetegui Resmi Gantikan Moyes Jadi Pelatih West Ham United

Liga Inggris
Alasan Darwin Nunez Hindari Baca Komentar Negatif di Medsos

Alasan Darwin Nunez Hindari Baca Komentar Negatif di Medsos

Liga Inggris
Xabi Alonso Usai Gagal Bawa Leverkusen Juara Liga Europa: Menyakitkan…

Xabi Alonso Usai Gagal Bawa Leverkusen Juara Liga Europa: Menyakitkan…

Liga Indonesia
Cerita Apriyani Nyaris Saling Pukul dengan Fadia, Singgung Kepedulian

Cerita Apriyani Nyaris Saling Pukul dengan Fadia, Singgung Kepedulian

Badminton
Asean Cup 2024: Pandit Vietnam Nilai Sulit Jika Bertemu Timnas Indonesia

Asean Cup 2024: Pandit Vietnam Nilai Sulit Jika Bertemu Timnas Indonesia

Timnas Indonesia
Atalanta Juara Liga Europa, Gelar Pertama Gasperini, Ukir Sejarah di Usia 66 Tahun!

Atalanta Juara Liga Europa, Gelar Pertama Gasperini, Ukir Sejarah di Usia 66 Tahun!

Liga Lain
Jelang Final Championship Series Liga 1, Persib Disanksi Komdis

Jelang Final Championship Series Liga 1, Persib Disanksi Komdis

Liga Indonesia
Hansi Flick Jalin Komunikasi dengan Deco, Sinyal Calon Pengganti Xavi di Barcelona

Hansi Flick Jalin Komunikasi dengan Deco, Sinyal Calon Pengganti Xavi di Barcelona

Liga Spanyol
AC Milan Rilis Jersey Kandang Baru untuk Musim Depan

AC Milan Rilis Jersey Kandang Baru untuk Musim Depan

Liga Italia
Baru Gabung, Kesan Mendoza Langsung Bawa Persib ke Final Championship Series Liga 1

Baru Gabung, Kesan Mendoza Langsung Bawa Persib ke Final Championship Series Liga 1

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com