Kompas.com - 10/08/2022, 13:50 WIB
|

KOMPAS.com - Pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Pangeran Biru pada hari ini, Rabu (10/8/2022). 

Dengan demikian, berakhir sudah perjalanan Robert Alberts selama 3 musim menangani Persib.  

Persib dan Robert sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama pada kompetisi Liga 1 musim ini.

Baca juga: Persib Kebobolan 9 Gol dalam 3 Pertandingan, Karier 20 Tahun Ternodai

Hal tersebut tak lepas dari hasil evaluasi yang dilakukan kepada tim dari tiga pertandingan awal Liga 1 2022/2023. Tiga laga yang sudah dilakukan, satu kali imbang dan dua kekalahan.

Persib dan Robert memulai kerja sama pada musim 2019.

Bersama Persib, Robert berhasil mengantarkan prestasi terbaik bagi timnya pada musim 2020 dan musim terakhir 2021/2022 sebagai runner up.

Keputusan mundur dari pelatih kepala merupakan sikap yang diambil Robert. Itu diambilnya demi kebaikan bersama, khususnya Persib.

Massa Bobotoh Persib Bandung melakukan aksi unjuk rasa tuntut ganti pelatih, di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/8/2023)KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Massa Bobotoh Persib Bandung melakukan aksi unjuk rasa tuntut ganti pelatih, di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/8/2023)

Tentunya bukan hal mudah menghadapi situasi sulit, terlebih ini adalah awal musim dan secara mendadak harus menunjuk pengganti sang pelatih.

https://twitter.com/persib/status/1557259435097333765

Maka, mohon kerjasama dan pengertiannya dari bobotoh dalam situasi sulit yang sedang Persib hadapi ini.

Apalagi, bukan hal mudah mencari pelatih pengganti yang siap untuk mendapat mandat besar, meraih prestasi terbaik di Liga 1 2022/2023.

Didasari semangat saling menghormati dan demi kepentingan bersama dan kebaikan Persib, ia pun pamit undur diri dari tim kebanggaan Bobotoh tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas HAM Soal Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan: Masyarakat Pasti Sepakat

Komnas HAM Soal Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan: Masyarakat Pasti Sepakat

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan, PSSI Ungkap Tujuan FIFA-AFC Datang ke Indonesia

Tragedi Kanjuruhan, PSSI Ungkap Tujuan FIFA-AFC Datang ke Indonesia

Liga Indonesia
Istilah Heading dalam Sepak Bola dan Tujuannya

Istilah Heading dalam Sepak Bola dan Tujuannya

Sports
PSG Ditahan Imbang Benfica, Galtier: Kami Ciptakan Banyak Peluang ...

PSG Ditahan Imbang Benfica, Galtier: Kami Ciptakan Banyak Peluang ...

Liga Champions
Madrid Vs Shakhtar, Los Blancos Mestinya Bisa Cetak Banyak Gol

Madrid Vs Shakhtar, Los Blancos Mestinya Bisa Cetak Banyak Gol

Liga Champions
Jadwal Liga Europa: Omonia Vs Man United, 4 Pemain Setan Merah Absen

Jadwal Liga Europa: Omonia Vs Man United, 4 Pemain Setan Merah Absen

Liga Lain
BERITA FOTO - Duka Arema Duka Persebaya, Duka Malang Duka Surabaya

BERITA FOTO - Duka Arema Duka Persebaya, Duka Malang Duka Surabaya

Liga Indonesia
Gerakan Shoot Tambahan Saat Bola Muntah

Gerakan Shoot Tambahan Saat Bola Muntah

Sports
45 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Fenomenal Paolo Rossi yang Diawali Skandal

45 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Fenomenal Paolo Rossi yang Diawali Skandal

Internasional
Chelsea Vs Milan: Rossoneri Ompong, Cuma Bikin Satu Tembakan ke Gawang

Chelsea Vs Milan: Rossoneri Ompong, Cuma Bikin Satu Tembakan ke Gawang

Liga Champions
Rekor-rekor Erling Haaland di Liga Champions, Ungguli Messi dan Ronaldo

Rekor-rekor Erling Haaland di Liga Champions, Ungguli Messi dan Ronaldo

Liga Champions
Tragedi Kanjuruhan: Klub dan Polisi-TNI Ditindak, Bagaimana dengan PSSI?

Tragedi Kanjuruhan: Klub dan Polisi-TNI Ditindak, Bagaimana dengan PSSI?

Liga Indonesia
Kualifikasi Piala Asia U17: Kualitas Rumput Pakansari Dikritik, AFC Diminta Turun Tangan

Kualifikasi Piala Asia U17: Kualitas Rumput Pakansari Dikritik, AFC Diminta Turun Tangan

Liga Indonesia
Aremania Tak Serang Pemain, Komnas HAM Pertanyakan Penggunaan Gas Air Mata

Aremania Tak Serang Pemain, Komnas HAM Pertanyakan Penggunaan Gas Air Mata

Sports
PSSI Bicara soal Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan

PSSI Bicara soal Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.