Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Perundungan kepada Istri Pelatih Persib Selesai, Robert Bicara Perlunya Edukasi

Kompas.com - 05/07/2022, 23:00 WIB
Adil Nursalam,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kasus perundungan kepada pelaku sepak bola kian banyak ditemui. Netizen kerap melampiaskan kekesalannya sebab kecewa terhadap performa tim yang didukungnya.

Sering ditemui mereka melampiaskan perkataan kasar kelewat batas melalui kolom komentar di media sosial seperti Instagram.  Ada pula perkataan yang menjurus kepada pelecehan.

Kasus seperti demikian baru saja menimpa pelatih Persib Robert Rene Alberts. Istri sang pelatih menjadi korban.

Dalam kasus Robert yang viral, seseorang bernama Tendi Rustandi melecehkan istri Robert usai Persib dikalahkan PSS Sleman dalam pertandingan Piala Presiden 2022.

Geram karena sudah kelewat batas, Robert menuntut si pelaku bertemu dengannya secara langsung dan meminta maaf secara terbuka.

Jika dalam kurun waktu 24 jam tak terpenuhi, Robert akan melaporkan kasus pelecehan tersebut ke ranah hukum.

Baca juga: Isi Tuntutan Pelatih Persib kepada Netizen yang Ancam dan Lecehkan Istrinya

Bagi Robert, beberapa kasus yang kelewat batas itu perlu diselesaikan secara serius.

Pasalnya, tidak jarang para pelaku berusia di bawah umur dengan emosi yang labil. Edukasi perlu diberikan seperti apa yang dilakukannya.

“Ini bukan yang pertama. Memang ada dua hal yang bisa menyelesaikan masalah seperti ini. Pertama adalah mengedukasi seperti yang saya lakukan. Hal bagusnya adalah dia berani mengakui kesalahan dan juga keluarganya ikut terlibat,” kata Robert.

Ya, dalam kasus tersebut keluarga Tendi terlibat. Ayah Tendi sangat malu dengan kelakuan sang anak.

Robert, yang juga berstatus seorang ayah, sangat mengerti situasinya.

“Ayahnya datang dan mengakui bahwa keluarganya malu atas kejadian ini, saya merasakan rasa malunya karena saya juga seorang ayah," ujar pelatih asal Belanda ini.

"Saya juga menilai bahwa bagus keluarganya ikut terlibat untuk bisa membantu situasi ini agar tidak terjadi lagi ke depannya.”

Dalam perjalanan kariernya, Robert berpengalaman menangani tim-tim dengan fanatisme besar seperti kala bekerja di Arema Indonesia, PSM Makassar dan kini Persib Bandung.

Dia merasakan betul perilaku suporter yang berkaitan dengan klub kebanggaan daerahnya masing-masing. 

Baca juga: Pelaku Pelecehan Istri Pelatih Persib Minta Maaf, Berjanji Tak Ulangi Perbuatannya

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com