Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rencana Naturalisasi Indonesia Dibicarakan Negeri Jiran, Garuda Disebut Bisa Terbang Tinggi di Kualifikasi Piala Asia

Kompas.com - 08/01/2022, 07:20 WIB
Celvin Moniaga Sipahutar,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PSSI saat ini terus berupaya mewujudkan proses naturalisasi empat pemain keturunan Indonesia yang ada di Eropa.

Mereka adalah Jordi Amat (KAS Eupen/Liga Belgia), Sandy Walsh (KV Mechelen/Belgia), Mees Hilgers (Twente FC/Belanda), dan Ragnar Oratmangoen (Go Ahead Eagles/Belanda). 

Jordi Amat dan Mees Hilgers merupakan seorang bek tengah, Sandy Walsh berposisi sebagai bek kanan, dan Ragnar Oratmangoen adalah pemain sayap kanan.

Baca juga: FIFA Matchday, Bangladesh Tantang Timnas Indonesia Tanding Dua Kali

Demi merampungkan proses naturaliasi, federasi menunjuk Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani.

Rencana naturalisasi empat pemain tersebut rupanya menjadi pembicaraan di Malaysia.

Salah satunya diketahui melalui situs harimaumalaya.com dalam artikel berjudul "Garuda Terus Mengganas, Sambar Empat Nama Besar!"

Baca juga: Profil Ragnar Oratmangoen: Dulu Ajukan Syarat, Kini Bersedia Bela Timnas Indonesia

Situs Negeri Jiran tersebut menulis bahwa timnas Indonesia bisa melangkah lebih jauh dalam turnamen setelah keempat itu bergabung.

Secara rinci, dituliskan Garuda bisa melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

"Dengan hadirnya empat pemain bintang ini, Indonesia dinilai memiliki peluang cerah setidaknya untuk melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Asia 2023 dan mungkin di Kualifikasi Piala Dunia 2026," tulis harimaumalaya.com.

Baca juga: Profil Mees Hilgers, Calon Pemain Timnas Indonesia yang Bermain di Liga Belanda

"Indonesia yang mengakui memiliki kelemahan di lini depan, kini bisa berharap dengan kehadiran Oratmangoen yang dianggap sebagai pemain serba bisa yang dapat bermain di posisi penyerang maupun sayap," lanjutnya.

"Nama terbesar dari keempat pemain ini yaitu Amat, pernah menjadi andalan Swansea City saat klub bermain di Liga Inggris dari 2013 hingga 2017," tambah situs itu.

Terkait proses naturalisasi ini, Hasani Abdulgani mengaku bahwa dokumen naturalisasi Jordi Amat dan Sandi Walsh hampir lengkap pada 22 Desember 2021. 

Baca juga: Piala AFF U23 2022, Shin Tae-yong Bakal Panggil Pemain Timnas U18 Indonesia

Sementara, Mees Hilgers sempat dikabarkan masih memerlukan waktu. Di sisi lain, Ragnar Oratmangoen belum memberikan tanggapannya.

"Sampai hari ini dokumen yang sudah 90 persen lengkap baru dari Jordi Amat dan Sandy Walsh," tulis Hasani Abdulgani melalui Instagram pribadinya.

"Dokumen Mess Hilgers belum lengkap, sedangkan Oratmangoen belum kasih kabar," demikian pernyataannya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Hasani Abdulgani (@hasaniabdulgani)

Pada Rabu (5/1/2022), Hasani Abdulgani telah memberikan update terbaru soal proses naturalisasi empat pemain tersebut.

"Coach Shin Tae-yong sudah teleponan sama Mees Hilgers. Ragnar Oratmangoen, melalui agennya mengatakan berminat bermain untuk timnas," tulis Hasani Abdulgani.

"Semoga secepatnya, dokumen kedua pemain tersebut segera dikumpulkan. Dua pemain lainnya, Sandy Walsh dan Jordi Amat segera diproses. Garuda Didadaku. Believe!" tandasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Masa Depan Ten Hag di MU Tak Pasti, Sir Jim Ratcliffe Kepincut De Zerbi

Masa Depan Ten Hag di MU Tak Pasti, Sir Jim Ratcliffe Kepincut De Zerbi

Liga Inggris
Skuad Milan Vs Roma di Australia: Dipimpin Bonera, Giroud Masih Ada

Skuad Milan Vs Roma di Australia: Dipimpin Bonera, Giroud Masih Ada

Liga Italia
Borobudur Marathon 2024 Usung Tema 'Run On, Mark It!', Target 10.000 Pelari

Borobudur Marathon 2024 Usung Tema "Run On, Mark It!", Target 10.000 Pelari

Olahraga
Singapore Open 2024: Ginting Percaya Diri Pertahankan Gelar, Jaga Mental

Singapore Open 2024: Ginting Percaya Diri Pertahankan Gelar, Jaga Mental

Badminton
Tai Tzu Ying Mundur, Gregoria Hadapi Wakil AS di Singapore Open 2024

Tai Tzu Ying Mundur, Gregoria Hadapi Wakil AS di Singapore Open 2024

Badminton
Pelatih Klub Elkan Baggott Tak Lagi Jadi Pilihan Chelsea

Pelatih Klub Elkan Baggott Tak Lagi Jadi Pilihan Chelsea

Internasional
Skuad Timnas Spanyol untuk Euro 2024: 2 Remaja Barca, Tanpa Asensio

Skuad Timnas Spanyol untuk Euro 2024: 2 Remaja Barca, Tanpa Asensio

Internasional
Kepala Madura United Tetap Tegak Usai Kalah 0-3, Percaya 'Comeback'

Kepala Madura United Tetap Tegak Usai Kalah 0-3, Percaya "Comeback"

Liga Indonesia
Milan Sepakat dengan Fonseca Usai Teka-teki '4-3-3' dari Ibra

Milan Sepakat dengan Fonseca Usai Teka-teki "4-3-3" dari Ibra

Liga Italia
Xavi bak Picu Gempa Bumi di Barcelona, Merasa Tidak Dihargai

Xavi bak Picu Gempa Bumi di Barcelona, Merasa Tidak Dihargai

Liga Spanyol
Improvisasi Bojan Saat Persib Tertekan Madura United lalu Pecah Kebuntuan

Improvisasi Bojan Saat Persib Tertekan Madura United lalu Pecah Kebuntuan

Liga Indonesia
Timnas Putri Indonesia Hadapi Singapura, Mochizuki Soroti Komunikasi

Timnas Putri Indonesia Hadapi Singapura, Mochizuki Soroti Komunikasi

Timnas Indonesia
Erik ten Hag: Saya Tak Ragu Terus Latih Man United, tetapi...

Erik ten Hag: Saya Tak Ragu Terus Latih Man United, tetapi...

Liga Inggris
Penyebab Persib Leluasa Bergerak Saat Kalahkan Madura United

Penyebab Persib Leluasa Bergerak Saat Kalahkan Madura United

Liga Indonesia
Gregoria Mariska Siap Pertahankan Peringkat di Singapore Open 2024

Gregoria Mariska Siap Pertahankan Peringkat di Singapore Open 2024

Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com