Kompas.com - 06/07/2021, 10:20 WIB
Pablo Sarabia (kiri) merayakan gol bersama rekan satu timnya pada laga 16 besar Euro 2020, Kroasia Vs Spanyol, yang dihelat di Stadion Parken, Senin (28/6/2021) malam WIB. AFP/ STUART FRANKLINPablo Sarabia (kiri) merayakan gol bersama rekan satu timnya pada laga 16 besar Euro 2020, Kroasia Vs Spanyol, yang dihelat di Stadion Parken, Senin (28/6/2021) malam WIB.
|

KOMPAS.com - Permainan pelan Tim Matador Spanyol disebut bisa menghadirkan bahaya bagi Italia pada partai semifinal Piala Eropa 2020.

Bentrokan Italia vs Spanyol tersaji pada babak semifinal alias 4 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, Rabu (7/7/2021) dini hari pukul 02.00 WIB.

Pelatih legendaris Italia yang mengantar AC Milan menjuarai Liga Champions pada 1993-1994, Fabio Capello, menyoroti gaya bermain Spanyol yang berpotensi menghadirkan kerepotan buat Gli Azzurri.

Tak seperti seorang matador yang terkenal gesit dalam menghindar dari terjangan banteng, Spanyol di Euro 2020 di mata Capello memainkan sepak bola yang cenderung pelan.

Matador yang bergerak lamban itu disebut bisa menjadi masalah buat Italia.

“Kami tak boleh tertidur. Spanyol memainkan sepak bola pelan. Jika menyesuaikan dengan ritme tersebut, kami punya risiko untuk menderita,” tutur Capello seperti dikutip Marca dari Corriere della Sera.

Baca juga: Italia Vs Spanyol: Beda Tikitalia dan Tiki-taka, Azzurri Lebih Dinamis

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Spanyol memiliki kualitas teknik luar biasa, kemampuan menguasai bola yang sangat bagus. Untuk melawan kelebihan itu, kami harus cepat dan cermat saat merebut kembali bola, membangun permainan dan segera menyerang,” kata Capello lagi.

Menurut Capello, Gli Azzurri asuhan Roberto Mancini harus setia kepada karakteristik mereka sebagai tim yang cepat.

“Italia adalah tim yang menampilkan sepak bola sangat cepat dengan kualitas begitu bagus. Semua orang berlari, semuanya saling bantu. Mereka punya pendekatan taktik bagus,” ucap Capello yang pernah bertugas melatih timnas Inggris pada 2007-2012.

Dalam upaya Italia terus mempraktikkan sepak bola cepat, Capello melihat ada satu hambatan berarti.

Baca juga: Italia Vs Spanyol - Siapa Gelandang Terbaik, Jorginho atau Busquets?

Halaman:


Sumber Marca
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.