Kompas.com - 06/07/2021, 08:40 WIB
ROMA, ITALIA - Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, pelatih timnas Italia, Roberto Mancini,berbicara kepada media pada sesi konferensi pers jelang laga Grup A Euro 2020 antara Italia kontra Swiss di Stadion Olimpico, 15 Juni 2021. ©UEFAROMA, ITALIA - Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, pelatih timnas Italia, Roberto Mancini,berbicara kepada media pada sesi konferensi pers jelang laga Grup A Euro 2020 antara Italia kontra Swiss di Stadion Olimpico, 15 Juni 2021.
|

KOMPAS.com - Pelatih Italia, Roberto Mancini, menyebut gaya bermain anak asuhnya sedikit berbeda dengan tiki-taka Spanyol.

Babak semifinal Euro 2020 bakal dibuka dengan duel sengit Italia vs Spanyol di Stadion Wembley, Rabu (7/7/2021) dini hari pukul 02.00 WIB.

Partai semifinal Piala Eropa 2020 antara Italia vs Spanyol bakal menjadi benturan antara dua tim yang mengandalkan filosofi penguasaan bola.

Italia asuhan Roberto Mancini mengusung tikitalia sementara Spanyol masyhur dengan konsep tiki-taka.

Kedua tim semifinalis itu seperti sedang berkaca. Italia dan Spanyol sama-sama jago mengendalikan permainan, produktif, dan menggeber pakem 4-3-3.

Baca juga: Prediksi Line Up Italia Vs Spanyol, Pengganti Spinazzola dan Kans Dani Olmo

Soal penguasaan bola, Spanyol mencatat rata-rata 67,2 persen sepanjang Piala Eropa 2020. Mereka ada di peringkat 1.

Italia membayangi di peringkat tiga daftar penguasaan bola tertinggi dengan angka mencapai 55,8 persen.

Produktivitas kedua tim juga mirip-mirip. Spanyol masih berstatus sebagai tim tertajam Euro 2020 via koleksi 12 gol.

Di lain sisi, Italia persis satu setrip di bawah Spanyol dengan bekal 11 gol dalam 5 laga.

Kendati terdapat banyak kemiripan, pelatih Italia, Roberto Mancini, menyebut skuad asuhannya tidak menjiplak mentah konsep tiki-taka Spanyol.

Sebagai informasi, filosofi tiki-taka membuka jalan Spanyol menuju era tersukses mereka di sepanjang sejarah.

Baca juga: Live Match (Link Live Streaming) Italia Vs Spanyol, Dini Hari Nanti

Berbekal permainan operan yang mengalun rapi layaknya orkestra indah, Spanyol memenangi Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.

Sementara itu, sejak Cesare Prandelli tak lagi memegang kendali tim pasca-Piala Dunia 2014, Italia menanggalkan konsep bermain cantik dan kembali kepada paham sepak bola reaktif di bawah arahan Gian Piero Ventura dan Antonio Conte.

Kehadiran Mancini pada Mei 2018 mengubah paradigma bermain Italia. Sejak awal, Mancini ingin melihat anak asuhnya bersenang-senang di lapangan.

“Spanyol menemukannya, konsep itu mengantarkan mereka kepada kesuksesan luar biasa dan mereka melanjutkannya dengan bagus,” kata Mancini soal tiki-taka dalam konferensi pers jelang laga Italia vs Spanyol, Senin (5/7/2021).

“Penguasaan bola kami agak berbeda. Kami orang Italia dan tak bisa mendadak menjadi Spanyol. Kami akan mencoba memainkan gaya kami,” kata Mancini lagi.

Baca juga: Prediksi Italia Vs Spanyol - La Roja Inferior, Azzurri Vince e Convince

Perbedaan paling kentara dari tikitalia ala Mancini dengan tiki-taka Spanyol terletak pada permutasi posisi pemain.

Mancini suka mendaulat bek sayap kirinya dan gelandang kanan untuk ikut merangsek ke depan membentuk kuintet penyerangan.

Alhasil, dalam posisi memegang bola, skema 4-3-3 Italia segera bertransformasi menjadi 3-2-5.

Perubahan formasi di tengah laga semacam itu sudah menjadi fenomena biasa di kompetisi Serie A Liga Italia.

Salah satu figur yang memicu tren tersebut di Liga Italia adalah pelatih asal Portugal, Paulo Sousa, kala melatih Fiorentina pada rentang 2015-2017.

Paulo Sousa kala itu memperkenalkan sistem hybrid, yakni transformasi 4-3-3 menjadi 3-2-5, mirip seperti apa yang dilakukan Mancini bersama Italia saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber UEFA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Watford Pecat Claudio Ranieri dari Kursi Kepelatihan

Watford Pecat Claudio Ranieri dari Kursi Kepelatihan

Liga Inggris
PLN Mobile Proliga 2022: Hasil dan Klasemen

PLN Mobile Proliga 2022: Hasil dan Klasemen

Sports
Chafidz Yusuf Pamit dari PBSI, Greysia Polii dkk Kirim Pesan Menyentuh

Chafidz Yusuf Pamit dari PBSI, Greysia Polii dkk Kirim Pesan Menyentuh

Badminton
Klasemen Grup B Piala Asia Wanita: Australia ke Perempat Final, Indonesia Juru Kunci

Klasemen Grup B Piala Asia Wanita: Australia ke Perempat Final, Indonesia Juru Kunci

Liga Indonesia
Jadwal Timnas Indonesia di Partai Terakhir Piala Asia Wanita 2022

Jadwal Timnas Indonesia di Partai Terakhir Piala Asia Wanita 2022

Liga Indonesia
2 Peninggalan Bersejarah di Rute Perarakan Obor Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

2 Peninggalan Bersejarah di Rute Perarakan Obor Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Obor Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Lalui Peninggalan Bersejarah Dunia

Obor Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Lalui Peninggalan Bersejarah Dunia

Sports
Timnas Sepak Bola Thailand: Dangda Bukan Hanya Teerasil

Timnas Sepak Bola Thailand: Dangda Bukan Hanya Teerasil

Sports
Juventus Mencapai Kesepakatan dengan Dusan Vlahovic, tetapi Fiorentina Jual Mahal

Juventus Mencapai Kesepakatan dengan Dusan Vlahovic, tetapi Fiorentina Jual Mahal

Liga Italia
Hasil Piala Asia Wanita 2022: Timnas Indonesia Kalah  0-4 dari Thailand

Hasil Piala Asia Wanita 2022: Timnas Indonesia Kalah 0-4 dari Thailand

Liga Indonesia
Timnas Putri Indonesia Vs Thailand: Kanyanat Chetthabutr Hattrick, Garuda Pertiwi Tertinggal 0-4

Timnas Putri Indonesia Vs Thailand: Kanyanat Chetthabutr Hattrick, Garuda Pertiwi Tertinggal 0-4

Liga Indonesia
Asa Liga Bola Basket Putri, Bersuara Lebih Keras

Asa Liga Bola Basket Putri, Bersuara Lebih Keras

Sports
Timnas Putri Indonesia Vs Thailand: Cedera Kepala Usai Penyelamatan Heroik, Kiper Fani Supriyanto Ditandu Keluar

Timnas Putri Indonesia Vs Thailand: Cedera Kepala Usai Penyelamatan Heroik, Kiper Fani Supriyanto Ditandu Keluar

Liga Indonesia
4 Sekolah Berpartisipasi di Kompetisi Bola Basket Putri GoBasket x GMC

4 Sekolah Berpartisipasi di Kompetisi Bola Basket Putri GoBasket x GMC

Sports
Babak Pertama Timnas Indonesia Vs Thailand, Garuda Pertiwi Tertinggal 0-2

Babak Pertama Timnas Indonesia Vs Thailand, Garuda Pertiwi Tertinggal 0-2

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.