Crazy Rich Malang Presiden Arema FC, Mau Juara dan Selesaikan Dualisme

Kompas.com - 07/06/2021, 12:40 WIB
Presiden klub Arema FC, Gilang Widya Pramana (kanan) dan Chairman RANS Cilegon FC Raffi Ahmad (kiri) seusai uji coba yang berakhir dengen skor 6-2 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (6/6/2021) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuPresiden klub Arema FC, Gilang Widya Pramana (kanan) dan Chairman RANS Cilegon FC Raffi Ahmad (kiri) seusai uji coba yang berakhir dengen skor 6-2 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (6/6/2021) malam.

MALANG, KOMPAS.com - Presiden baru Arema FC, Gilang Widya Pramana, menyinggung dualisme berkepanjangan yang mendera Singo Edan dalam satu dekade terakhir.

Gilang Widya Pramana yang sering dilabeli embel-embel "crazy rich Malang" mengatakan, menyelesaikan dualisme Arema bakal menjadi program kerjanya setelah resmi menjabat.

Bahkan, sengketa identitas tersebut menjadi prioritas utama saat sang presiden anyar membeberkan program kerjanya dihadapan sosok tertinggi di jajaran direksi klub, Iwan Budianto.

“Banyak sekali program kerja yang sudah saya sampaikan kepada Pak IB (Iwan Budianto) termasuk yang paling penting, pertama ada masalah dualisme yang akan segera kita selesaikan,” ujar Gilang Widya Pramana.

Baca juga: Tak Hanya Jadi Presiden Klub, Crazy Rich Malang Juga Masuk Jajaran Pemilik Arema FC

Sebagai langkah konkret, dia mengatakan sudah menyiapkan time line atau lini masa misi penyelesaian tersebut, lengkap dengan tenggat waktunya.

Untuk saat ini, pertama-tama Gilang widya Pramana akan berkoordinasi dengan manajemen Arema FC, untuk melihat lebih dalam konflik yang terjadi sejak 2011 tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian dari situ akan dirumuskan rencana-rencana dan langkah-langkah yang dibutuhkan.

“Untuk menyelesaikan dualisme, tentu saya mengikuti Pak IB dan juga tim. Yang pasti kami sudah siapkan time line penyelesaiannya. Jadi, kami sudah ada targetnya,” katanya menegaskan.

Baca juga: Ditunjuk Jadi Presiden Arema FC, Gilang Langsung Targetkan Juara Liga 1

Masalah dualisme ini mendera Arema sejak tahun 2011 bersamaan dengan dualisme kompetisi yang terjadi dalam sepakbola Indonesia.

Isu dualisme semakin memanas setelah pada tahun 2017 PSSI kembali mengakui Arema Indonesia.

Keputusan tersebut menyebabkan terbelahnya pendukung menjadi dua kubu, yakni fans Arema FC di Liga 1 dan Arema Indonesia di Liga 3.

Pernyataan dari Gilang Widya Pramana tentu menjadi kabar baik bagi Aremania yang sudah jenuh dengan dualisme yang terjadi.

Apalagi, dia sejak awal memang dirasa menjadi sosok yang mampu mengakhiri masalah yang seolah tidak berujung ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.