"Wonderkid" Liverpool Rayakan Gol dengan Penghormatan untuk Korban Hillsborough

Kompas.com - 17/04/2021, 10:00 WIB
Wonderkid Liverpool yang tengah dipinjamkan ke Blackburn Rovers, Harvey Elliott, memberikan penghormatan kepada korban bencana Hillsborough setelah mencetak gol kontra Derby County, Sabtu (17/4/2021) dini hari WIB. SKY SPORTSWonderkid Liverpool yang tengah dipinjamkan ke Blackburn Rovers, Harvey Elliott, memberikan penghormatan kepada korban bencana Hillsborough setelah mencetak gol kontra Derby County, Sabtu (17/4/2021) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Wonderkid Liverpool yang tengah dipinjamkan ke Blackburn Rovers, Harvey Elliott, memberikan penghormatan kepada korban bencana Hillsborough.

Hal tersebut dilakukan Harvey Elliot setelah mencetak gol untuk Blackburn saat melawan Derby County pada pekan ke-42 Divisi Championship di Inggris, Sabtu (17/4/2021).

Laga kasta kedua Liga Inggris tersebut berkesudahan dengan skor 2-1 untuk kemenangan Blackburn di Stadion Ewood Park.

Pemain berusia 18 tahun itu menjadi pahlawan timnya dengan membukukan gol penentu kemenangan pada menit ke-66.

Gol yang diciptakan Harvey Elliott pun hadir dengan indah usai ia melewati dua pemain lawan di sisi kanan penyerangan Blackburn.

Baca juga: Pilar Liverpool Awali Ramadhan dengan Sedekah 30 Ton Beras

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum pergerakannya sempat ditutup dan dengan ia dikelilingi oleh lima pemain lawan, Elliott mampu melepas sepakan keras nan akurat yang membuat kiper lawan tak mampu membendungnya.

Setelah mencetak gol, Elliot melakukan selebrasi emosional dengan memberikan penghormatan kepada korban bencana Hillsborough.

Penghormatan itu dilakukan dengan membuka seragamnya dan menunjukan tulisan "96 YNWA".

Angka 96 mengartikan jumlah korban yang meninggal akibat Tragedi Hillsborough pada 15 April 1989.

Sementara, YNWA merupakan singkatan dari slogan Liverpool yaitu "You'll Never Walk Alone".

Tragedi Hillsborough merupakan salah satu episode paling kelam dalam sepak bola Inggris.

Tragedi tersebut terjadi ketika Liverpool bertanding melawan Nottingham Forrest di Stadion Hillsborough pada semifinal Piala FA 1989.

Stadion yang berada di Sheffield itu ditunjuk FA sebagai venue laga semifinal Liverpool vs Nottingham karena diklaim sebagai tempat paling netral.

Selain itu, kapasitas stadion yang mampu menampung 54 ribu orang menjadi faktor lain yang membuat FA membuat keputusan itu.

Venue dianggap cukup untuk menampung antusiasme suporter. Kesemua tiket tersedia untuk laga tersebut memang terjual.

Liverpool mendapat alokasi 24.000 tiket sementara Nottingham Forrest 29.000 tiket.

Karena berbagai faktor, suporter Liverpool membludak memadati Tribune Barat yang dinamai Leppings Lane sehingga area penonton tersebut menjadi sangat padat.

Alhasil, para suporter di tribune semakin berjejal sehingga tergencet ke pagar besi pembatas tribune dengan lapangan.

Sejumlah besar suporter pun kesulitan untuk mencari oksigen. Kondisi itu juga membuat mereka tidak bisa keluar stadion.

Di tengah pertandingan yang terus berlanjut, petugas kemanan dan para suporter sendiri merobohkan pagar pembatas agar suporter bisa masuk ke lapangan.

Sebagian penonton pun dapat lepas dari jepitan dan mencari keselamatan ke arah lapangan. Namun, kondisi sesak menimbulkan banyak korban jiwa.

Sejumlah suporter tewas karena terjepit hingga kekurangan oksigen.

Sebanyak 96 orang termasuk anak-anak akhirnya meninggal dunia karena luka-luka yang mereka derita pada hari naas itu dan 766 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Harvey Elliott Ingin Ikuti Jejak Steven Gerrard di Liverpool

Tragedi ini pun menjadi masa terkelam dalam sejarah pesepak bolaan Inggris, bahkan dunia.

Harvey Elliott sendiri bergabung dengan Blackburn Rovers sebagai pemain pinjaman pada awal musim ini.

Sejauh ini penampilannya trengginas di kasta kedua Liga Inggris dengan torehan enam gol dan 11 assist dari 37 pertandingan.

Elliott sendiri bergabung dengan Liverpool pada Juli 2019. Ia melakukan debutnya bagi tim utama The Reds pada ajang Piala Liga kontra MK Dons, September 2019.

Pada usia 16 tahun dan 174 hari, pemuda kelahiran 4 April 2003 ini menjadi pemain termuda yang tampil sebagai starter dalam sebuah laga kompetitif bagi Liverpool.

Ia lalu melakukan debutnya di Premier League pada 2 Januari 2020 di laga kontra Sheffield United.



Sumber Sky Sports
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X