Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Chelsea Vs Man United, Pengakuan Jujur Tuchel soal Setan Merah

Kompas.com - 27/02/2021, 17:40 WIB
Celvin Moniaga Sipahutar,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

Sumber Daily Mail

KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, mengungkapkan pengalaman melawan Manchester United adalah "mimpi buruk" yang dialami selama kariernya.

Adapun pengalaman itu terjadi ketika Tuchel masih menjabat sebagai pelatih Paris Saint-Germain dan berjumpa Man United di Liga Champions musim 2018-2019.

Pada pertemuan tersebut, PSG kalah dari Man United sekaligus tersingkir pada babak 16 besar Liga Champions.

Les Parisiens bahkan harus menelan pil yang amat pahit karena kalah usai Man United melakukan comeback alias membalikkan keadaan.

Tim asal Kota Paris itu unggul 2-0 terlebih dahulu atas Setan Merah di Old Traffod pada leg pertama.

Baca juga: Jelang Chelsea Vs Man United, Tuchel Bandingkan Cavani dengan Giroud

Akan tetapi, nasib mereka apes seusai berbalik kalah 1-3 pada leg kedua di Parc des Princes.

Alhasil, Kylian Mbappe dkk pun gugur. Hasil agregat 3-3 meloloskan Man United yang unggul agresivitas gol tandang.

Kini, Tuchel yang menjadi pelatih Chelsea akan bertemu lagi melawan Man United di Liga Inggris, Minggu (28/2/2021) malam WIB.

Jelang laga yang berlangsung di Stamford Bridge itu, Tuchel pun terang-terangan mengutarakan rasa sakitnya ketika dulu dikalahkan Setan Merah.

"Jujur, setelah pertandingan itu (vs Man United) saya dua hari seolah berada di tempat yang sangat gelap," ungkap Tuchel dilansir Daily Mail.

Baca juga: Chelsea Vs Man United: Tuchel Tertantang dengan Rekor Tandang Impresif MU

"Saya tidak dapat berbicara dengan siapa pun dan memikirkan hal lain selain kekalahan ini."

"Itu mungkin kekalahan terburuk yang saya alami karena datangnya entah dari mana," tuturnya menjelaskan.

"Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini lagi atau sebelumnya. Sepertinya hasil itu datang entah dari mana dan itulah mengapa sulit diterima."

Setelah mimpi buruk PSG-nya Thomas Tuchel yang didapat dari Man United kala itu, semusim setelahnya Les Parisiens mampu ke final Liga Champions.

Baca juga: Chelsea Vs Man United, Satu Rekor Menanti Setan Merah di Stamford Bridge

Kekalahan tersebut pun di sisi lain seolah menjadi pecutan bagi Tuchel agar bisa mengembangkan tim lebih baik.

Kini, dirinya membawa misi untuk tampil maksimal bersama Chelsea untuk memenangkan laga kontra Man United.

"Itu adalah kesulitan dan sering dikatakan dapat membuat Anda lebih kuat," tambah Tuchel.

"Apakah saya pecundang yang bagus? Tunjukkan pecundang yang bagus di level ini."

"Kami menyukai kompetisi dan kami senang menang. Inilah yang kami harap untuk didapatkan besok," tandasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

De Rossi Minta AS Roma Contoh Atalanta

De Rossi Minta AS Roma Contoh Atalanta

Liga Italia
Masa Depan Ten Hag di MU Tak Pasti, Sir Jim Ratcliffe Kepincut De Zerbi

Masa Depan Ten Hag di MU Tak Pasti, Sir Jim Ratcliffe Kepincut De Zerbi

Liga Inggris
Skuad Milan Vs Roma di Australia: Dipimpin Bonera, Giroud Masih Ada

Skuad Milan Vs Roma di Australia: Dipimpin Bonera, Giroud Masih Ada

Liga Italia
Borobudur Marathon 2024 Usung Tema 'Run On, Mark It!', Target 10.000 Pelari

Borobudur Marathon 2024 Usung Tema "Run On, Mark It!", Target 10.000 Pelari

Olahraga
Singapore Open 2024: Ginting Percaya Diri Pertahankan Gelar, Jaga Mental

Singapore Open 2024: Ginting Percaya Diri Pertahankan Gelar, Jaga Mental

Badminton
Tai Tzu Ying Mundur, Gregoria Hadapi Wakil AS di Singapore Open 2024

Tai Tzu Ying Mundur, Gregoria Hadapi Wakil AS di Singapore Open 2024

Badminton
Pelatih Klub Elkan Baggott Tak Lagi Jadi Pilihan Chelsea

Pelatih Klub Elkan Baggott Tak Lagi Jadi Pilihan Chelsea

Internasional
Skuad Timnas Spanyol untuk Euro 2024: 2 Remaja Barca, Tanpa Asensio

Skuad Timnas Spanyol untuk Euro 2024: 2 Remaja Barca, Tanpa Asensio

Internasional
Kepala Madura United Tetap Tegak Usai Kalah 0-3, Percaya 'Comeback'

Kepala Madura United Tetap Tegak Usai Kalah 0-3, Percaya "Comeback"

Liga Indonesia
Milan Sepakat dengan Fonseca Usai Teka-teki '4-3-3' dari Ibra

Milan Sepakat dengan Fonseca Usai Teka-teki "4-3-3" dari Ibra

Liga Italia
Xavi bak Picu Gempa Bumi di Barcelona, Merasa Tidak Dihargai

Xavi bak Picu Gempa Bumi di Barcelona, Merasa Tidak Dihargai

Liga Spanyol
Improvisasi Bojan Saat Persib Tertekan Madura United lalu Pecah Kebuntuan

Improvisasi Bojan Saat Persib Tertekan Madura United lalu Pecah Kebuntuan

Liga Indonesia
Timnas Putri Indonesia Hadapi Singapura, Mochizuki Soroti Komunikasi

Timnas Putri Indonesia Hadapi Singapura, Mochizuki Soroti Komunikasi

Timnas Indonesia
Erik ten Hag: Saya Tak Ragu Terus Latih Man United, tetapi...

Erik ten Hag: Saya Tak Ragu Terus Latih Man United, tetapi...

Liga Inggris
Penyebab Persib Leluasa Bergerak Saat Kalahkan Madura United

Penyebab Persib Leluasa Bergerak Saat Kalahkan Madura United

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com