Kompas.com - 09/02/2021, 21:01 WIB
Pemain Persebaya Surabaya, Mokhamad Syaifudin (tengah) menghalau serangan pemain Persija Jakarta Sandi Sutha saat final Piala Gubernur Jatim 2020 yang berakhir dengan skor 4-1 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/02/2020) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Persebaya Surabaya, Mokhamad Syaifudin (tengah) menghalau serangan pemain Persija Jakarta Sandi Sutha saat final Piala Gubernur Jatim 2020 yang berakhir dengan skor 4-1 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/02/2020) sore.

SURABAYA, KOMPAS.com - Sekretaris tim Persebaya Surabaya, Ram Surahman, mengapresiasi pertemuan antara Menpora Zainudin Amali dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Gedung Mabes Polri, Senin (08/02/2021) siang.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya duduk bersama, membahas kegiatan kepemudaan dan keolahragaan, termasuk agenda pembahasan kompetisi sepak bola Liga 1.

Dari hasil pertemuan tersebut, Kapolri siap membuka ruang untuk berdiskusi kembali mengenai teknis protokol kesehatan yang diterapkan di ajang olahraga, termasuk sepak bola.

Selain itu, Kapolri memberikan isyarat lampu hijau bergulirnya kompetisi Liga 1 2021, tetapi dengan syarat-syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Baca juga: Kompetisi Temui Titik Terang, Persebaya Berharap Liga 1 2021 Bisa Terlaksana

Ram Surahman mengatakan, pertemuan tersebut menciptakan kelegaan. Komunikasi antara dua petinggi menjadi simbol runtuhnya sekat tebal yang selama ini menciptakan jalan buntu.

"Ini yang kami harapkan, artinya sudah ada komunikasi, kemarin kan buntu kenapa kok sepertinya ada tembok yang menghalangi, dan sekarang komunikasi sudah cair," ujar Ram Surahman kepada Kompas.com.

Dia menjelaskan, selama ini lemahnya komunikasi dan kurang transparansi menjadi akar permasalahan sehingga pembahasan berjalan rumit dan alot. 

"Perkara nanti ada izin atau tidak setidaknya dari komunikasi ini sudah terjadi kesepahaman bahwa semuanya tahu," tutur pria asal Gresik itu.

"Kalau kemarin-kemarin yang klub pahami kan bahwa tidak ada izin, itu kenapa tidak ada kejelasan. Kami juga tidak tahu langkah PSSI sudah seperti apa, kan kami juga tidak tahu," katanya.

Baca juga: Lampu Hijau Liga 1 Muncul, Aji Santoso Pastikan Tetap Melatih Persebaya

Diharapkan, komunikasi tersebut membuka babak baru bagi geliat olahraga Tanah Air karena sebuah keputusan dan kesepakatan dimulai dari komunikasi terkecil, seperti duduk bersama.

"Intinya kami berharap ada kabar bagus, semoga seperti yang kami harapkan. Kompetisi bisa ada kepastian karena itu penting bagi klub," tuturnya.

"Namun, kalau melihat kemarin bahwa protokol kesehatan harus menjadi PR besar. Harapan kami PSSI dan PT LIB juga memperhatikan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X