Bukan Messi-Ronaldo, Gelandang Aston Villa Paling Sering Dilanggar Lawan

Kompas.com - 04/01/2021, 07:40 WIB
Jack Grealish berduel dengan Joe Gomez dalam laga Aston Villa vs Liverpool pada lanjutan pekan keempat Liga Inggris 2020-2021 yang digelar di Stadion Villa Park, Minggu (4/10/2020) waktu setempat. AFP/GETTY IMAGES/POOL/GETTY IMAGES EUROPEJack Grealish berduel dengan Joe Gomez dalam laga Aston Villa vs Liverpool pada lanjutan pekan keempat Liga Inggris 2020-2021 yang digelar di Stadion Villa Park, Minggu (4/10/2020) waktu setempat.

KOMPAS.com - Badan Analisis dan Observasi Sepak Bola, CIES, resmi merilis daftar pemain paling sering dilanggar lawan di lima liga besar Eropa sepanjang tahun kalender 2020.

Hasil dari penelitian CIES mengungkap gelandang serang Aston Villa, Jack Grealish, mengalami pelanggaran paling banyak dibandingkan pemain lain dalam kompetisi besar Eropa.

Grealish dijatuhkan lawan sebanyak 139 kali, berdasarkan rangkuman data oleh CIES dari pertandingan yang berlangsung hingga 21 Desember 2020 lalu.

Baca juga: Garry Neville: Man United Tidak Mungkin Mendatangkan Jack Grealish

Jumlah pelanggaran yang dialami Grealish berselisih cukup jauh dengan dua nama lain di posisi tiga teratas tabel itu, yakni penyerang Torino, Andrea Belotti, dan pemain Real Betis, Nabil Fekir.

Belotti tercatat dihentikan secara ilegal oleh pemain lawan sebanyak 112 kali, sementara upaya menahan laju Fekir berujung pada 96 kali pelanggaran dari tim musuh.

Nama penyerang Barcelona, Lionel Messi, berada di urutan kelima dalam daftar tersebut dengan jumlah pelanggaran yang dilakukan pemain lawan sebanyak 90 kali.

Menariknya, tidak ada nama penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, maupun bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, dalam lingkup 10 besar tabel peringkat yang dirilis lembaga asal Swiss tersebut.

Baca juga: Sejarah, Cristiano Ronaldo Lewati Keseluruhan Rekor Gol Pele

Dalam sebuah wawancara kepada The Athletic, Grealish merasa tidak terganggu dengan perlakuan para pemain lawan yang berupaya keras untuk menjegalnya di lapangan.

"Sejujurnya, saya justru merasa senang ketika lawan berusaha untuk menjatuhkan saya," ujarnya pada Juli 2019.

"Saya tidak pernah marah ketika mereka melakukan pelanggaran saat saya menguasai bola, sebaliknya saya sangat kesal ketika mereka mengganggu saat saya tidak sedang menggiring bola," tuturnya.

Halaman:


Sumber CIES
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X