Tak Ada Dana Talangan untuk Klub-klub Liga Inggris

Kompas.com - 29/07/2020, 21:05 WIB
Suporter Charlton Athletic dan Coventry City melempar boneka babi pada Sabtu (15/10/2016), sebagai bentuk protes kepada pemilik klub  pada Sabtu (15/10/2016). Dok. SKY SportsSuporter Charlton Athletic dan Coventry City melempar boneka babi pada Sabtu (15/10/2016), sebagai bentuk protes kepada pemilik klub pada Sabtu (15/10/2016).

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris melalui Menteri Olahraga Nigel Huddleston menegaskan tak ada dana talangan dari pemerintah untuk klub-klub Liga Inggris.

Huddleston mengatakan bahwa ihwal dana talangan memang berkenaan dengan pandemi corona.

"Pemerintah Inggris tidak memberikan dana talangan," kata Nigel Huddleston.

Steven Caulker melancarkan protes saat membela Queens Park Rangers pada partai melawan Burnley, 10 Januari 2015.OLI SCARFF/AFP Steven Caulker melancarkan protes saat membela Queens Park Rangers pada partai melawan Burnley, 10 Januari 2015.

Sementara itu, Ketua Liga Sepak Bola Inggris (EFL) Rick Parry membeberkan bahwa klub-klub kasta bawah Liga Inggris bakal menghadapi masalah keuangan yang besar.

Baca juga: Dipermalukan Tim League One, MU Tambah Rekor Buruk

Klub-klub dimaksud, kata Parry adalah klub di League One maupun League Two ke bawah.

Baca juga: Liverpool Vs Burnley, Akhir Rekor Kemenangan Kandang Sang Juara Liga Inggris

"Klub-klub itu menghadapi masalah keuangan hingga 200 juta poundsterling (setara dengan Rp 3,8 triliun) hingga akhir September 2020," kata Parry.

Klub-klub itu sebagian besar mendapatkan penghasilan dari tiket laga.

Pemain Leicester City, Jamie Vardy, menyalami bek Manchester United, Harry Maguire, pada akhir laga pamungkas Liga Inggris 2019-2020 di Stadion King Power, Leicester, pada Minggu (26/7/2020).AFP/MICHAEL REGAN Pemain Leicester City, Jamie Vardy, menyalami bek Manchester United, Harry Maguire, pada akhir laga pamungkas Liga Inggris 2019-2020 di Stadion King Power, Leicester, pada Minggu (26/7/2020).

Sementara, hingga Liga Inggris dimulai kembali dan usai pekan lalu, seluruh laga dilaksanakan tanpa kehadiran penonton langsung di stadion.

Pada bagian lain, klub-klub di Liga Primer mendapatkan dana solidaritas antarmereka hingga 125 juta poundsterling atau setara Rp 2,375 triliun pada April 2020.

"Pemerintah percaya liga bisa saling membantu antarmereka sendiri," pungkas Nigel Huddleston.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X