GM Arema FC Sorot Masalah Pendanaan Pembayaran Gaji Pemain Liga 1

Kompas.com - 04/07/2020, 18:20 WIB
Pemain Arema FC Johan Ahmad Alfarizi dijaga ketat kapten Persib Bandung, Supardi saat Liga 1 2020 pekan ketiga yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (08/03/2020) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC Johan Ahmad Alfarizi dijaga ketat kapten Persib Bandung, Supardi saat Liga 1 2020 pekan ketiga yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (08/03/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - General Manajer Arema, Ruddy Widodo, mengatakan masalah pendanaan pembayaran gaji pemain masih menjadi kendala utama klub untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020.

Khususnya, pembayaran untuk bulan Juli dan Agustus yang luput dari sorotan.

PT LIB sudah menentukan akan ada kenaikan hak komersial atau subsidi untuk Oktober.

Namun, sebelum bulan ke-10 itu tiba, klub-klub masih harus menghidupi pemainnya selama masa persiapan bulan Juli dan Agustus.

Sedangkan, saat ini pemasukan klub ambruk imbas dari pandemi Covid-19.

Mau tidak mau hak komersial atau subsidi menjadi satu-satunya harapan klub untuk memenuhi kewajiban.

Ruddy Widodo menyebutkan fakta ini bakal menjadi tantangan pertama bagi Direktur Utama PT LIB yang baru sekaligus divisi bisnisnya.

Baca juga: Tak Butuh Waktu Lama, Arema FC Lanjutkan Persiapan Hadapi Kompetisi Liga 1

“Sebenarnya menjadi tantangan bagi teman-teman LIB baru, supaya subsidi yang Rp 500 juta itu bisa diberikan pada Juli dan Agustus. September sudah ada subsisi Rp 800 juta itu (ketetapan subsidi yang baru),” kata GM asal Madiun tersebut.

“Ini berat sekali untuk klub. lagi-lagi pasti uangnya owner yang terpakai jika tidak ada subsidi itu, susah juga karena hampir semua terkena imbas dari Covid-19,” imbuhnya.

Ruddy Widodo menambahkan permintaan Arema FC bisa jadi mewakili suara klub-klub lainnya, mengingat mayoritas klub juga mengeluarkan keluh kesah sama.

Ia berharap masalah ini bisa direspon baik oleh operator dan federasi.

Ruddy pun optimistis operator didukung oleh sumber daya manusia yang kreatif, kredibel dan mumpuni, yang mampu menyediakan solusi untuk masalah ini.

“Jadi ini menjadi tantangan bagi LIB, bagaimana mereka harus lebih kreatif, bagaimana mereka bisa menjual 18 klub ini supaya bisa mencukupi kebutuhan klub di bulan Agustus," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X