Essien hingga Simic, Magnet Pesepak Bola Eropa Datang ke Indonesia

Kompas.com - 08/06/2020, 14:20 WIB
Gelandang Persib Bandung, Michael Essien, saat melawan Sriwijaya FC di Piala Presiden 2018, Selasa (16/1/2018).
HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLA/BOLASPORT.COMGelandang Persib Bandung, Michael Essien, saat melawan Sriwijaya FC di Piala Presiden 2018, Selasa (16/1/2018).

KOMPAS.com - Pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra merasakan perubahan komposisi pemain asing di Liga Indonesia.

Dulu, klub-klub Liga Indonesia banyak dihuni pemain asal Afrika dan Amerika Latin.

Kini, pemain Eropa hadir dan menambah warna persepakbolaan Tanah Air.

Hal ini juga diikuti dengan prestasi pemain Eropa yang merumput di Liga Indonesia.

Baca juga: Rahasia Marko Simic Betah di Persija Jakarta

Seperti Marko Simic (Kroasia) yang berhasil mengantarkan Persija Jakarta juara Liga 1 2018.

Juga seperti Brwa Nouri (Swedia), Paulo Sergio (Portugal), dan Ilija Spasojevic (pemain keturunan Montenegro) yang sukses membawa Bali United juara Liga 1 2019.

"Ya, awal saya datang di Indonesia mayoritas di sini memakai pemain dari Afrika," ucap Teco, dilansir dari Tribun Bali.

Pelatih yang mulai berkarier di Indonesia pada 2017 itu mengatakan, era saat ini adalah eranya pemain Eropa unjuk gigi di Tanah Air.

"Sekarang beda. Saya pikir banyak tim pakai pemain dari Eropa, sekarang faktor tim juara seperti Persija 2018 ada Simic, Bali United juara 2019 pakai berapa pemain dari Eropa juga," ucap juru taktik asal Brasil itu.

Menurut Teco, ini adalah efek dari kedatangan Michael Essien ke Persib Bandung pada 2017 silam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X