Luis Milla: Pemain Timnas Indonesia Sekelas Eropa, tetapi Minim Pengetahuan

Kompas.com - 03/05/2020, 17:20 WIB

KOMPAS.com - Mantan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla, menyebut pemain Garuda hampir setingkat atlet Eropa, terapi minim pengetahuan soal teknik sepak bola.

Nama Luis Milla memang dianggap sebagai sosok yang mampu mengubah wajah sepak bola Indonesia.

Meski hanya melatih timnas Indonesia selama dua tahun, gaya sepak bola yang diajarkan Luis Milla masih dapat kita lihat hingga saat ini.

Luis Milla kemudian membagikan pengalaman melatih Indonesia dalam sebuah wawancara bersama Kick Off Indonesia.

Baca juga: Alasan Khabib Nurmagomedov Enggan Rematch Lawan Conor McGregor

Menurutnya, para pemain Indonesia sejatinya memiliki kualitas yang hampir setingkat dengan para pemain di Eropa.

"Impresi awal yang kami temukan adalah banyak peluang yang bisa kami bangun dengan pemain," ucap Milla yang dilansir Bolasport dari Youtube Kick Off Indonesia.

"Secara umum, pemain sangat dewasa, juga dalam hal skill, tidak berbeda jauh dengan pemain Eropa."

"Meskipun ada banyak hal yang mereka perlu kerja ekstra keras," katanya lagi.

Baca juga: Luis Milla Kini Sulit Mencari Pekerjaan sebagai Pelatih

Meski mengakui kemampuan para pemain Indonesia, Milla merasa bahwa skuad Garuda tetap memiliki satu kelemahan besar.

Kelemahan itu terletak pada pengetahuan tentang sepak bola yang disebabkan kurangnya pembinaan pemain di usia muda.

Oleh sebab itu, para pemain di Indonesia sangatlah kurang dalam memahami dasar-dasar teoritis tentang sepak bola.

"Kami merasa pemain tertinggal dalam hal pengetahuan sepak bola. Ini akibat kekosongan pendidikan usia muda," tutur Milla.

Baca juga: Kronologi Mantan Pelatih Timnas Indonesia Dinyatakan Positif Covid-19

"Kami harus mulai mengajar banyak konsep, karena mereka pemain muda yang punya potensi besar untuk berkembang," katanya menambahkan.

Tampaknya kekurangan yang disampaikan oleh Luis Milla itu dipahami dengan baik oleh PSSI.

Sejak 2019, PSSI telah dua kali menggelar pembinaan pemain di usia muda lewat program Garuda Select.

Dalam program itu, 24 anak muda terbaik yang dimiliki Indonesia dikirim untuk mengenyam pendidikan sepak bola di Eropa.

Baca juga: Mantan Pelatih Timnas Indonesia Berjuang dan Jalani Pemulihan Covid-19

Mereka dilatih secara langsung oleh dua legenda sepak bola Inggris, yakni Des Walker dan Dennis Wise.

Selain diajari tentang teori dan praktik dalam bermain sepak bola Profesional, para pemain muda itu juga mendapat pelajaran mengenai hal-hal kepelatihan.

PSSI juga menaruh perhatian lebih pada sepak bola usia muda di Tanah Air dengan menggelar kompetisi usia muda bertajuk Elite Pro Academy (EPA).

Kompetisi yang dimulai pada musim lalu itu terbagi menjadi beberapa kelompok usia mulai dari EPA U16, U18, dan U20. (Hugo Hardianto Wijaya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.