Man City Tak Akan Gaji Karyawan dengan Bantuan Pemerintah Inggris

Kompas.com - 06/04/2020, 19:00 WIB
Para pemain Manchester City merayakan gol kedua Gabriel Jesus ke gawang Fulham pada laga putaran keempat Piala FA di Stadion Etihad, Minggu (26/1/2020). AFP/LINDSEY PARNABYPara pemain Manchester City merayakan gol kedua Gabriel Jesus ke gawang Fulham pada laga putaran keempat Piala FA di Stadion Etihad, Minggu (26/1/2020).

KOMPAS.com - Manchester City mengatakan secara terbuka tidak akan mengikuti langkah Liverpool dan Tottenham Hotspur merumahkan karyawan non-pemainnya selama pandemi virus corona.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Liverpool dan Tottenham Hotspur berpartisipasi dalam skema bantuan keuangan Pemerintah Inggris yang bertajuk The Coronavirus Job Retention Scheme.

Lewat skema tersebut, para karyawan akan mendapat gaji 80 persen yang dibayarkan Pemerintah Inggris dan klub membayar 20 persen sisanya.

Meski tetap mendapat gaji, mereka yang mendapatkan bantuan pemerintah tersebut tak boleh bekerja bagi atasan/perusahaan mereka selama masa ini.

Baca juga: Liverpool Rumahkan Karyawan dengan Tetap Memberi Gaji Penuh

Manchester City pun menegaskan mereka tidak akan menggunakan skema Pemerintah Inggris untuk membantu finansial klub dari ancaman kerugian karena penghentian kompetisi akibat virus corona.

Melansir The Telegraph, Man City mengkomunikasikan keputusannya tersebut secara tertulis kepada ratusan stafnya pada akhir pekan kemarin.

"Setelah mendengar keputusan ketua dan dewan direksi, Manchester City mengonfirmasi tidak akan memanfaatkan skema yang didanai Pemerintah Inggris," kata salah seorang juru bicara.

"Man City tetap bertekad melindungi pekerjaan staf dan bisnis ini. Pada saat yang sama, kami melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendukung komunitas selama masa sulit karena pandemi," demikian pernyataan Man City.

City Football Group (CFG), perusahaan induk Manchester City, diketahui menjual 10 persen saham ke Silver Lake, perusahan swasta Amerika.

Saham tersebut dijual senilai 389 juta pound atau sekitar 7,8 triliun rupiah pada November 2019 lalu.

Baca juga: Tottenham Potong Gaji Karyawan, Sepak Bola Inggris Dibilang Tak Bermoral

Hasil penjualan saham yang tadinya diperuntukkan untuk memperluas bisnis CFG akan digunakan membantu Man City melalui krisis saat ini dan memastikan semua pekerja terlindungi.

Keputusan Man City tidak menggunakan dana pemerintah dalam masa krisis ini mendapat pujian dari Sekretaris Jenderal pendukung ofisial klub, Kevin Parker.

"Keputusan klub sama sekali tidak mengejutkan saya dan ingat bahwa kelompok CFG sekarang mendukung delapan klub," kata Kevin Parker.

"Klub telah menunjukkan terlepas dari apa yang dipikirkan atau dikatakan beberapa orang, mereka memiliki pedoman moral dan itu tidak menggunakan dana pemerintah," ujar Kevin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X