Liverpool Rumahkan Karyawan dengan Tetap Memberi Gaji Penuh

Kompas.com - 04/04/2020, 22:39 WIB
Stadion Anfield, Liverpool ShutterstockStadion Anfield, Liverpool

KOMPAS.com - Liverpool telah memulangkan beberapa karyawan mereka di tengah pandemi virus corona. Walau demikian, The Reds memastikan para karyawan tersebut akan dapat gaji penuh.

Tindakan  Liverpool ini diumumkan di saat klub-klub Premier League tengah berunding dengan asosiasi pemain dan manajer untuk potensi pengurangan remunerasi bagi para personel tim utama.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson, menjadi sosok terdepan dari semua pemain Premier League lain dalam usaha mengorganisir penggalangan dana demi melawan pandemi virus corona.

Baca juga: Resmi, Tanggal Start Premier League Kembali Diundur

Liverpool kini bergabung bersama klub-klub Premier League lain, Tottenham, Newcastle, Bournemouth, dan Norwich dalam memulangkan karyawan mereka melalui skema Pemerintah Inggris bertajuk The Coronavirus Job Retention Scheme.

Para pekerja yang mengikuti skema tersebut akan mendapatkan 80 persen gaji mereka yang bakal dibayarkan oleh Pemerintah Inggris, dengan batas atas 2.400 pound (sekitar Rp 50 juta) per bulan, untuk setidaknya tiga bulan ke depan.

Mereka yang mendapatkan bantuan pemerintah tersebut tak boleh bekerja bagi atasan/perusahaan mereka selama masa ini.

Sama seperti Bournemouth dan Norwich, Liverpool bertekad untuk menambahkan bantuan pemerintah tersebut agar para karyawan non bermain ini akan menerima gaji penuh selama dirumahkan.

Baca juga: Pertemuan Serie A Buntu, Liga Italia Belum Menemukan Tanggal Kembali

"Klub telah mengonfirmasi bahwa para staff tetap akan dibayar 100 persen gaji mereka untuk memastikan bahwa tak ada anggota kami yang mengalami kesulitan finansial," tulis pernyataan resmi The Reds seperti dikutip oleh Sky Sports.

"Bulan lalu, klub juga mengonfirmasi bahwa mereka akan terus membayar staff hari laga dan staff non hari laga sementara Liga Inggris dibekukan."

"Sebelum ada keputusan dari pemerintah sekali pun, ada komitmen kolektif di level senior klub - di dalam dan luar lapangan - dengan semua orang bekerja untuk mencapai solusi yang memberi keamanan bagi semua pegawai klub di dalam krisis tanpa tandingan ini," tulis mereka lagi.

"Ada pembicaraan aktif tentang topik pengurangan gaji selama periode laga-laga tak dimainkan. Diskusi ini sangat rumit dan oleh karena itu, proses tetap berlangsung."



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X