Chelsea vs Bayern Muenchen, Kisah Mourinho "Ngumpet" di Keranjang Cucian

Kompas.com - 25/02/2020, 17:50 WIB
Jose Mourinho dan Frank Lampard merayakan kemenangan Chelsea atas Barcelona pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, London, pada 8 Maret 2005. AFP/JIM WATSONJose Mourinho dan Frank Lampard merayakan kemenangan Chelsea atas Barcelona pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, London, pada 8 Maret 2005.

KOMPAS.com - Partai Chelsea vs Bayern Muenchen menyimpan kenangan unik bagi para fans The Blues. Pertemuan kedua tim pada perempat final Liga Champions 2004-2005 bukan hanya panas tetapi juga menjadi terkenal karena aksi nyeleneh Jose Mourinho.

UEFA menjatuhi Jose Mourinho hukuman dua laga dari mendampingi tim, skorsing ini meliput kedua leg partai Chelsea vs Bayern Muenchen di babak perempat final.

Hukuman tersebut diberikan setelah Jose Mourinho mengklaim pelatih Barcelona, Frank RIjkaard, memasuki ruang ganti wasit Andres Frisk pada tengah babak laga leg pertama babak 16 besar di Barcelona.

Ketika itu, Didier Drogba mendapat kartu merah dan Chelsea kebobolan dua kali setelah turun minum.

Baca juga: Jatuh Bangun Hidup Tyson Fury Hingga Jadi Juara Tinju Kelas Berat

Jose Mourinho harus menjalani hukuman di mana ia tidak boleh menghubungi tim sebelum, selama, dan setelah pertandingan dua leg tersebut.

Namun, Mourinho edisi 2005 tidak terima begitu saja hukuman UEFA. Ia mencari solusi yang mungkin tak terpikirkan bagi manajer lain pada waktu itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada malam pertandingan leg pertama, 12 April 2005, Mourinho diyakini menonton laga  kontra Bayern Muenchen di sebuah pusat kebugaran di sebelah Stamford Bridge.

Akan tetapi, malam tersebut berubah mencurgakan setelah asisten wasit Rui Faria memakai tutup kepala model beanie yang menutupi telinganya. Ia juga terlihat beberapa kali menekan telinganya, yang mengindikasikan kalau sang asisten memakai alat komunikasi terselubung demi menghubungi sang bos.

Baca juga: David Moyes Perlu 57 Pertandingan Lagi untuk Kejar Poin Liverpool

Tak hanya itu, pelatih kiper Silvinho Louro bolak-balik berjalan dari pinggir lapangan ke ruang ganti dengan membawa secarik kertas.

Kembalinya dia dari ruang ganti secara kebetulan bertepatan dengan pergantian-pergantian yang terjadi pada laga yang berakhir 4-2 bagi Chelsea tersebut.

Frank Lampard merayakan gol setelah mencetak gol bagi Chelsea kontra Barcelona pada laga leg pertama babak perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, London, pada 6 April 2005.AFP/ADRIAN DENNIS Frank Lampard merayakan gol setelah mencetak gol bagi Chelsea kontra Barcelona pada laga leg pertama babak perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, London, pada 6 April 2005.

Kendati demikian, klaim paling fantastis dari malam tersebut adalah rumor kalau Jose Mourinho bersembunyi dalam sebuah keranjang cucian.

Bos asal Portugal tersebut diklaim bersembunyi di dalam keranjang cucian yang membawa baju-baju para pemain ke Stamford Bridge.

Rumornya adalah ia keluar dari keranjang tersebut untuk memberi briefing sebelum pertandingan dan pada setengah babak.

Dikatakan, Mourinho masuk ke dalam keranjang baju tersebut sekitar 10 menit sebelum peluit panjang untuk dibawa keluar Stamford Bridge menuju pusat kebugaran di mana ia mengklaim menonton laga tersebut.

Baca juga: Deontay Wilder Salahkan Kostum Sauron Sebagai Biang Kekalahan Lawan Fury

Jose Mourinho akhirnya membeberkan semua fakta saat tampil di studio Bein Sports pada Januari 2019.

"Saya masuk ke ruang ganti sejak siang hari dan pertandingan baru mulai pukul 19.00. Jadi, saya hanya ingin berada di ruang ganti ketika para pemain tiba," tutur Mourinho.

"Saya masuk ke sana tanpa terlihat. Problemnya adalah pergi dari situ. Sang kit man, Stewart Bannister, memasukkan saya ke keranjang tersebut dan penutupnya dibuka sedikit agar saya bisa bernafas," lanjutnya.

"Namun, para ofisial UEFA mengikuti saya ketika ia mendorong keranjang tersebut keluar dari ruang ganti. Mereka tampak ingin sekali menemukan saya sehingga ia menutup boks tersebut."

"Saya tak bisa bernafas! Ketika ia membuka keranjang tersebut, saya hampir mati! Ini serius! Saya tak suka tempat sempit, saya beneran ini! Sungguh terjadi," tuturnya.

Chelsea akhirnya menang 6-5 secara agregat sebelum mereka dikalahkan Liverpool di semifinal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.