Sesmenpora: Indonesia Patut Berbangga dengan Pencapaian SEA Games 2019

Kompas.com - 13/12/2019, 10:20 WIB
Kontingen Indonesia berparade bersama kontingen 10 negara lainnya dalam upacara penutupan SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Rabu (11/12/2019). SEA Games ke-30 di Filipina resmi ditutup dan akan digelar kembali di Vietnam pada 2021. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAKontingen Indonesia berparade bersama kontingen 10 negara lainnya dalam upacara penutupan SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Rabu (11/12/2019). SEA Games ke-30 di Filipina resmi ditutup dan akan digelar kembali di Vietnam pada 2021.

KOMPAS.com - Indonesia menyelesaikan gelaran SEA Games 2019 Filipina dengan finis di peringkat keempat klasemen SEA Games 2019.

Lebih baik dari SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Indonesia mengoleksi 267 medali dengan rincian 72 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu.

Hasil tersebut membawa Indonesia duduk di peringkat keempat di bawah Filipina yang menjadi juara umum, Vietnam, dan Thailand.

Usai penutupan SEA Games 2019, Menpora Zainudin Amali langsung memberikan penghargaan bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi di gelaran olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut.

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019) malam.

Baca juga: SEA Games 2019, Rasa Syukur Menpora Usai Lampaui Target Medali Emas

Adapun untuk perorangan, atlet yang berhasil meraih medali emas diganjar bonus sejumlah 500 juta rupiah, medali perak senilai 300 juta rupiah, dan medali perunggu diberikan bonus 150 juta rupiah.

Untuk atlet di nomor ganda, peraih medali emas mendapatkan 400 juta rupiah, medali perak 240 juta rupiah, dan medali perunggu mendapatkan bonus sejumlah 120 juta rupiah.

Untuk atlet berprestasi di nomor beregu, Menpora memberikan 350 juta rupiah bagi peraih medali emas, medali perak diberikan sejumlah 210 juta rupiah, dan medali perunggu diganjar bonus 105 juta rupiah.

Menpora menyebut ada kenaikan dalam jumlah penghargaan sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

"Tadinya Kemenpora hanya mempersiapkan sesuai dengan standar yang sudah diberikan. Namun, atas arahan Bapak Presiden maka penghargaan ini dipastikan naik," kata Menpora, dikutip dari laman resmi Kemenpora.

Menpora Zainudin Amali menambahkan bahwa kenaikan penghargaan tersebut dinilai karena pemerintah berterima kasih kepada para atlet dan pelatih yang sudah berjuang untuk meningkatkan prestasi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga ( Sesmenpora) RI, Gatot S Dewa Broto, mengatakan bahwa sudah sepatutnya Indonesia berbangga dengan pencapaian di SEA Games 2019.

Baca juga: Klasemen Akhir SEA Games 2019, Filipina di Puncak dan Indonesia Ke-4

Gatot menyoroti beberapa cabang olahraga (cabor) serta atelt berprestasi yang berhasil menarik perhatian masyarakat umum.

Mulai dari tim polo air putra, atlet renang I Gede Siman, timnas U23 Indonesia, dan atlet junior angkat besi yang berhasil memecahkan rekor dunia junior.

Menurut Gatot, kontingen Merah Putih berhasil dalam ajang SEA Games edisi 2019 ini.

Pasalnya, bukan hal yang mudah untuk menaikkan peringkat lima di SEA Games 2017 dengan raihan 38 medali emas.

Meski finis di peringkat empat, kontingen Merah Putih berhasil memperbaiki raihan medali emas menjadi 72 emas.

Hal tersebut yang dinilai Gatot wajib diapresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Indonesia patut berbangga karena berhasil mencapai dan melampaui target 45 medali emas. Tidak hanya itu, atlet Indonesia di SEA Games 2019 juga sangat berhasil," ucap Gatot.

"Tim polo air putra berhasil meraih emas pertama untuk Indonesia yang selama 54 tahun sebelumnya dikuasai oleh Singapura," kata Gatot mengapresiasi pencapaian tim polo air.

Baca juga: Ketum PSSI Apresiasi Perjuangan Timnas U23 Indonesia pada SEA Games 2019

Gatot juga merasa bangga dengan atlet renang I Gede Siman Sudartawa yang mampu membukukan rekor lebih cepat daripada saat SEA Games 2017.

Siman tampil tercepat di nomor 50m gaya punggung putra dengan waktu 25,12 detik.

Hasil tersebut lebih baik dibanding saat SEA Games 2017 di mana dia mencatatkan waktu 25,20 detik.

"Atlet renang I Gede Siman Sudartawa juga berhasil mencetak rekor barunya dari 25,20 detik di SEA Games 2017 menjadi yang tercepat 25,12 detik di SEA Games 2019," kata Gatot.

"Timnas U23 Indonesia juga meraih medali perak dengan catatan 21 gol dalam 7 pertandingan. Osvaldo Haay menjadi salah satu top scorer dengan 8 gol," katanya.

Terakhir, Gatot juga mengapresiasi pencapaian atlet junior angkat besi, Windy Cantika Aisah, yang berhasil mematahkan rekor dunia junior cabor angkat besi.

"Windy Cantika Aisah juga berhasil pecahkan rekor dunia junior cabor angkat besi di kelas 49kg dengan angkatan 86kg," ucap Gatot.



Sumber Kemenpora
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya