Tuan Rumah PON 2024, Sumut Bangun Pusat Olahraga

Kompas.com - 03/12/2019, 20:07 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka FGD Rencana Program Pengembangan Jaringan Jalan Mebidangro di Kota Medan, Rabu (20/11/2019) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka FGD Rencana Program Pengembangan Jaringan Jalan Mebidangro di Kota Medan, Rabu (20/11/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Jadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 membuat Provinsi Sumatra Utara (Sumut) bersiap diri.

Laman antaranews.com menulis, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan akan membangun pusat olahraga.

Baca juga: Sumut dan Aceh Jadi Calon Tuan Rumah Bersama PON 2024

Lokasinya ada di Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang.

Kelapa sawit jadi produk andalan ekspor IndonesiaDok. Humas Kementerian Pertanian RI Kelapa sawit jadi produk andalan ekspor Indonesia

"Luas lahannya mencapai 300 hektare," kata Edy.

Sumut tidak sendirian menjadi tuan rumah.

Pada perhelatan olahraga multicabang nasional itu, Sumut tak jadi tuan rumah sendirian.

Tahta ala kerajaan Melayu yang bisa dipakai untuk spot foto menggunakan baju tradisional Melayu Tahta ala kerajaan Melayu yang bisa dipakai untuk spot foto menggunakan baju tradisional Melayu

Pasalnya, Provinsi Aceh adalah pasangan Sumut sebagai tuan rumah.

Lebih lanjut, Edy mengatakan bahwa bakal kompleks itu akan mengadopsi pohon kelapa sawit.

"Desainnya bentuk kelapa sawit," kata Edy.

"Bukan hanya karena kami terkenal dengan kelapa sawit," ujar Edy.

"Tapi, juga karena pola pembagian zona akan lebih jelas, dinamis, dan tepat," kata Edy.

Edy menambahkan, kelapa sawit juga punya karakter natural dan pola khas.

Walikota Medan, T. Dzulmi Eldin mengaku Pemko Medan belum memiliki anggaran untuk mengelola Gedung Warenhuis. Dia berharap ada tangan-tangan yang mau mengelola sekaligus melestarikannya. Dia mempersilakan kepada yang ingin mengelola dan melestarikannya, pihaknya akan membuat open bidding (lelang terbuka)KOMPAS.COM/DEWANTORO Walikota Medan, T. Dzulmi Eldin mengaku Pemko Medan belum memiliki anggaran untuk mengelola Gedung Warenhuis. Dia berharap ada tangan-tangan yang mau mengelola sekaligus melestarikannya. Dia mempersilakan kepada yang ingin mengelola dan melestarikannya, pihaknya akan membuat open bidding (lelang terbuka)

Budaya

Rumah adat GorgaKOMPAS.com/DANI PRABOWO Rumah adat Gorga

Masih menurut Edy, desain pusat olahraga yang akan dibangun juga punya ciri unik.

"Kami akan terapkan unsur budaya Sumut," katanya.

Kelak, bangunan-bangunan pada pusat olahraga itu akan komplet dengan ornamen-ornamen daerah di Sumut.

Edy menyebut, ada ornamen Melayu, Pucuk Rebung, Karo, Pengretret, Simalungun, Gorga, dan lain sebagainya.

Keramba Jaring Apung di wilayah Danau Toba dilihat dari Haranggaol, Simalungun.KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Keramba Jaring Apung di wilayah Danau Toba dilihat dari Haranggaol, Simalungun.

"Ini akan menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki masyarakat Sumut," ucap Edy.

Lebih lanjut, Edy mengatakan ada hal penting juga yang harus diingat.

"Bangunan-bangunan itu akan membuat daerah hidup," katanya.

"Harus mampu mendongkrak perekonomian Deli Serdang," ujarnya menegaskan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X