Pemerintah Malaysia Dituntut Minta Maaf atas Kasus Pengeroyokan Suporter Indonesia

Kompas.com - 27/11/2019, 15:00 WIB
Sang Merah Putih berkibar di salah satu tribune Stadion Bukit Jalil jelang laga Timnas U-16 Indonesia vs India pada laga pamungkas Grup C Piala Asia U-16 2018, 27 September 2018. AFCSang Merah Putih berkibar di salah satu tribune Stadion Bukit Jalil jelang laga Timnas U-16 Indonesia vs India pada laga pamungkas Grup C Piala Asia U-16 2018, 27 September 2018.

KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menuntut permintaan maaf secara terbuka dari pemerintah Malaysia atas kasus pengeroyokan suporter timnas Indonesia.

Sebelumnya diberitakan bahwa dua pendukung Indonesia menjadi korban pengeroyokan oleh suporter Malaysia.

Insiden pengeroyokan itu terjadi menjelang laga Malaysia vs Indonesia pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Atas perbuatan tidak terpuji itu Menpora Malaysia, Syed Saddiq menyatakan permintaan maaf.

Baca juga: Istri Dendi Santoso Dapat Hadiah Kurang Nyaman dari Suporter Malaysia

Permintaan maaf itu dinyatakan melalui sebuah video yang diunggah di akun Twitter Syed Saddiq.

Meskipun sudah meminta maaf, langkah yang diambil Syed Saddiq itu dianggap kurang elok.

Indonesia menuntut pemerintah Malaysia untuk meminta maaf secara gentle dan terus mengawal proses hukum pelaku pengeroyokan suporter timnas Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.

Baca juga: Kesaksian Fuad Naji, Korban Pengeroyokan Suporter Malaysia

"Ini (kasus pengeroyokan) tergantung bagaimana pemerintah Malaysia menanganinya," kata Syaiful, seperti dikutip dari laman Antara.

"Terlebih lagi, masih ada suporter kita yang ditahan di Malaysia. Untuk itu, kita akan tuntut itu supaya secepatnya dibebaskan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X