KBRI untuk Malaysia Bantah Suporter Indonesia Ditusuk

Kompas.com - 22/11/2019, 06:15 WIB
Suporter Indoensia di Stadion My Dinh pada laga Timnas U-23 Indonesia vs Thailand dalam babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020, 21 Maret 2019. VNEXPRESS/BINH LAMSuporter Indoensia di Stadion My Dinh pada laga Timnas U-23 Indonesia vs Thailand dalam babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020, 21 Maret 2019.

KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia membantah kabar tentang suporter Indonesia yang tewas ditusuk. 

Setelah laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Selasa (19/11/2019), banyak kabar simpang siur yang beredar di media sosial. 

Video yang tersebar di media sosial menyatakan bahwa beberapa suporter Indonesia dipukuli, ditangkap, dan ditusuk oleh suporter Malaysia. 

Kepala Fungsi Konsuler KBRI KL, Yusron Ambardi, membenarkan bahwa ada suporter Indonesia yang dipukuli oleh suporter Malaysia. 

Baca juga: PSSI Kecam Kekerasan terhadap Pendukung Indonesia di Malaysia

Namun, Yusron menegaskan bahwa itu terjadi sehari sebelum pertandingan dimulai. 

Dia juga menambahkan bahwa korban sudah kontak KBRI di Malaysia untuk meminta perlindungan.

"Memang betul ada insiden pemukulan terhadap supporter Indonesia dan passportnya direbut. Tapi itu sehari sebelum pertandingan," ucap Yusro Ambardi dalam rilis Kemenpora kepada Kompas.com.

"Dia sudah datang ke kita untuk minta perlindungan. Sayangnya, ketika dihubungi lebih lanjut, yang bersangkutan mungkin sudah kembali ke Indonesia," lanjutnya.

Yusro mengatakan bahwa pihaknya menghubungi korban pemukulan untuk memproses lebih lanjut perlindungan yang korban butuhkan. 

Dia menegaskan bahwa kabar mengenai suporter atau WNI yang ditusuk dan ditangkap karena ricuh setelah pertandingan bisa dipastikan adalah hoax. 

Baca juga: Malaysia Vs Indonesia, Yeyen Puji Pahlawan Kemenangan Harimau Malaya

"Sedangkan isu ada suporter yang meninggal karena ditusuk itu tidak benar," tegas Yusro. 

"Demikian pula isu 3 WNI ditangkap, itu semata-mata ditangkap karena hoax terorisme dan ditangkap berdasarkan ISA," lanjutnya. 

Meski demikian, Kemenpora sangat menyesalkan insiden tersebut dan sikap PSSI yang tidak melaporkan hal itu secara langsung ke Kemenpora sebelum ramai di media sosial. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X