Liga 2, Elie Aiboi Geram Ada Sorakan Rasial Saat Persewar Bertanding

Kompas.com - 10/11/2019, 18:41 WIB
Polisi dan official Persewar mendatangi Suporter Sriwijaya FC yang rasissaat laga Babak 8 Besar Grup A Liga 2 berlangsung melawan Persewar Waropen yang berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (09/11/2019) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPolisi dan official Persewar mendatangi Suporter Sriwijaya FC yang rasissaat laga Babak 8 Besar Grup A Liga 2 berlangsung melawan Persewar Waropen yang berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (09/11/2019) malam.


SIDOARJO, KOMPAS.com - Elie Aiboi melontarkan komentar keras terkait insiden ujaran rasisme yang terjadi saat laga Sriwijaya FC melawan Persewar Waropen di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (9/11/2019) malam.

Pertandingan babak 8 besar Liga 2 Grup A berlangsung panas dengan drama invasi suporter ke dalam lapangan saat duel berlangsung.

Elie menyayangkan insiden tersebut karena menggangu jalannya pertandingan.

Baca juga: Link Live Streaming Liga 2, Persik Kediri Vs PSMS Medan

“Seharusnya keamanan bisa menjaga sterilisasi lapangan sehinga tak ada penonton yang bisa masuk. Itu yang membuat saya kecewa,” ucap mantan bintang Timnas Indonesia tersebut.

Namun yang paling membuat Elie geram adalah sorakan bernada rasial yang datang dari pendukung Sriwijaya FC.

Ia mengaku mendegar sendiri sejumlah oknum dengan sengaja menyebut pemain Persewar dengan sebutan yang tidak pantas.

“Saya berharap tidak ada kata-kata rasial lagi. Seperti tadi ada suporter Sriwijaya FC yang menyebut kami monyet, itu tidak boleh dan saya mendengar sendiri,” tuturnya dengan nada tinggi.

Melihat insiden tersebut, Elie langsung menghampiri pemainnya. Sebagai pelatih dan juga senior ia berusaha sebisa mungkin mengingatkan para pemain untuk menjaga fokus mereka di dalam lapangan.

Baca juga: Hasil 8 Besar Liga 2 Grup A, Persiraja Mantap, Mitra Kukar Pesimistis

“Ketika saya ikut mengamankan pemain, saya selalu mengingatkan mereka jangan sampai terpengaruh,” ungkapnya.

Sebagai putra asli Papua, Elie sangat menyayangkan adanya insiden ini.

Namun ia hanya bisa berharap agar oknum-oknum pelaku diberikan kesadaran bahwa apa yang mereka lakukan bisa menimbulkan masalah yang lebih besar.

“Itu yang harus dihilangkan, kita sama-sama Indonesia, Papua juga bagian dari Indonesia. Jadi saya mohon jangan ada lagi rasisme dalam sepak bola. Kemarin sudah ada insiden di Surabaya, jangan sampai itu terjadi lagi,” katanya mengakhiri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X