Kelompok Separatis Catalunya Ternyata Berniat Kacaukan El Clasico

Kompas.com - 09/11/2019, 23:20 WIB
Para pemain FC Barcelona merayakan kemenangan atas Espanyol dalam lanjutan La Liga di Stadion Camp Nou, Minggu (8/5/2016). JOSEP LAGO/AFPPara pemain FC Barcelona merayakan kemenangan atas Espanyol dalam lanjutan La Liga di Stadion Camp Nou, Minggu (8/5/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|

Pasalnya, pertandingan sengit antara kedua klub raksasa itu bisa saja berlangsung sesuai jadwal karena Real Madrid bersedia untuk tetap bermain.

Sayangnya, Barcelona tidak mengiyakan dan memilih laga El Clasico itu dibatalkan.

"Saya pikir pertandingan ini harus dimainkan (sesuai jadwal), mereka tidak memberikan keadaan luar biasa untuk mengubah tanggal," kata Laporta dikutip Marca.

"(Barcelona) salah karena mereka mengkriminalisasi gerakan dan mengedepankan politik daripada pertandingan sepak bola yang selalu memiliki konotasi politik. Selalu seperti ini," tambah dia.

Baca juga: El Clasico Jadi 18 Desember, La Liga Masih Keberatan

Menurut Laporta, soal keamanan seharusnya menjadi hal yang tak perlu diragukan lagi karena laga El Clasico sudah sering terjadi.

"Keselamatan selalu dijamin dalam pertandingan-pertandingan ini," ujar presiden Barcelona dari tahun 2003 hingga 2014 ini.

"Barcelona sudah merencanakan (keamanan) dan Real Madrid tidak keberatan dengan itu," kata dia lagi.

"La Liga memiliki kepentingan politik untuk memperbesar situasi tertentu dan membesar-besarkan apa yang terjadi. Ini adalah cara terburuk untuk melewatinya."

"Barcelona bersalah dalam situasi ini. Orang-orang dikriminalisasi dan ini adalah kesalahan," tutur dia menambahkan.

 

Halaman:


Sumber Marca
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X