Pesan Liliyana Natsir untuk Orangtua di Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Solo Raya

Kompas.com - 28/10/2019, 14:30 WIB
Legenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir berbicara dalam acara Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Solo Raya yang berlangsung di GOR RM Said Karanganyar pada Senin (28/10/2019). Dok. PB DjarumLegenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir berbicara dalam acara Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Solo Raya yang berlangsung di GOR RM Said Karanganyar pada Senin (28/10/2019).
|


KOMPAS.COM - Legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, meminta orangtua untuk tidak memaksakan anaknya untuk menjadi pebulu tangkis.

Hal tersebut disampaikan Liliyana Natsir dalam acara Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Solo Raya yang berlangsung di GOR RM Said Karanganyar pada Senin (28/10/2019).

Liliyana merupakan salah satu anggota Tim Pencari Bakat dari PB Djarum dalam ajang audisi ini.

Dalam kesempatan itu, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 nomor ganda campuran bersama Tontowi Ahmad itu ditanya oleh orangtua tentang upaya membangkitkan gairah anak untuk bermain bulu tangkis.

Menurut legenda yang akrab disapa Butet ini meminta orang tua untuk memberi pengertian kepada anak-anak. "Olahraga ini tidak bisa karena paksaan. Kalau anaknya mau pengen main itu lebih bagus ketimbang orangtuanya memaksa," kata Liliyana.

"Kalau anak setengah-setengah mau, boleh dibujuk dan siapa tau nanti mau (main bulu tangkis). Tapi jangan dipaksa terus, lebih baik diarahkan ke bakat yang lain," tutur Liliyana menambahkan.

Baca juga: Dari Merauke, Chelsea Ingin Wujudkan Impian Menjadi Liliyana Natsir

Dikatakan Liliyana, seorang anak harus memiliki motivasi sendiri untuk menjadi pebulu tangkis.

"Motivasi anak itu bisa bermula dari si anak melihat idola-idola bulu tangkis mereka. Lalu mereka punya target untuk seperti idola-idola mereka itu," jelas Liliyana.

Setelah melihat anak memiliki motivasi menjadi pebulu tangkis, Liliyana meminta orangtua agar berperan aktif dalam mendukung anaknya.

"Kalau sekarang kan, dengan adanya audisi umum, kalau adik-adik ini bisa lolos dan jadi atlet PB Djarum, wah enak banget lho! Orangtua harus support terus anaknya dan saya berharap, mudah-mudahan audisi umum tahun depan masih ada dan diadakanlagi di Solo Raya," paparnya.

Dalam mewujudkan impin menjadi pebulu tangkis tentunya akan menghadapi berbagau tantangan. Liliyana meminta para perserta untuk tidak berputus asa apabila gagal dalam audisi di Solo Raya.

"Buat adik-adik, kita, saya, Kak Kevin, Kak Tontowi, atau senior-senior yang lain, kita bisa sampai di titik seperti sekarang pasti sebelumnya pernah merasakan gagal dan kalah. Itu semua sudah kita alami. Menang atau kalah itu biasa, yang penting kita jangan putus asa. Kalau gagal, berarti latihan kurang keras, kurang disiplin, atau kondisi kurang bisa dijaga. Tolong diikuti semua program pelatih," kata Liliyana berpesan.

"Kayak Kak Kevin Sanjaya ikut audisi, gagal! Terus ikut audisi kedua baru diterima. Semua teman-teman atlet itu pernah merasakan gagal. Jika belum lolos, kecewa boleh tapi jangan berlarut-larut. Harus dan wajib latihan lagi," ujarnya menambahkan,

Sementara itu, pada hari pembuka Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Karanganyar, sebanyak 289 peserta dinyatakan lolos tahap screening.

Sebanyak 110 peserta di kelompok usia U-11 putra, 32 peserta (U-11 putri), 105 peserta (U-13 putra), dan 42 peserta (U-13 Putri).

Pada audisi ini, Tim pencari bakat terdiri dari legenda bulu tangksi Indonesia dan jajaran pelatih PB Djarum.

Mereka adalah Fung Permadi, Denny Kantono, Fran Kurniawan, Sigit Budiarto, Lilyana Natsir, Ellen Angelina, Basri Yusuf, Komala Dewi, Bandar Sigit, Imam Tohari, Reni Ardhianingrum, dan Engga Setiawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X