Kompas.com - 25/09/2019, 12:00 WIB
Friksi antara Lionel Messi dan Gary Medel yang berujung kartu merah mewarnai pertandingan perebutan posisi ketiga Copa America 2019 antara Argentina vs Cile di Arena Corinthians, 6 Juli 2019. AFP/NELSON ALMEIDAFriksi antara Lionel Messi dan Gary Medel yang berujung kartu merah mewarnai pertandingan perebutan posisi ketiga Copa America 2019 antara Argentina vs Cile di Arena Corinthians, 6 Juli 2019.

KOMPAS.com – Kapten Timnas Chile Gary Medel pernah terlibat friksi hingga adu fisik dengan pemain bintang Argentina, Lionel Messi.

Namun siapa sangka, Medel justru memasukkan nama Lionel Messi dalam daftar pilihan pemain terbaik FIFA.

Medel menempatkan Cristiano Ronaldo dan Virgil van Dijk pada peringkat kedua dan ketiga.

Dukungan dari Medel turut membuat Messi akhirnya terpilih sebagai The Best Men's Player FIFA 2019 dalam malam penganugerahan yang digelar di Milan, Italia, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Beda Nasib Lionel Messi dalam 24 Jam

La Pulga - julukan Messi - naik podium tertinggi setelah meraup 46 poin dari hasil voting pelatih dan kapten timnas di seluruh dunia. Messi unggul atas Virgil Van Dijk dan Cristiano Ronaldo.

Messi dan Medel merupakan rival sengit di Amerika Latin.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lionel Messi merupakan kapten timnas Argentina, sedangkan Medel adalah kapten timnas Chile.

Saat membela negara masing-masing, Messi dan Medel tak jarang bersitegang di lapangan.

Baca juga: Barcelona Vs Villarreal, Messi Cedera, El Barca Raih Kemenangan Tipis

Salah satu konflik dua pemain top Amerika Latin itu terjadi dalam laga perebutan tempat ketiga Copa America 2019 antara Argentina vs Chile.

Ketika itu, Messi dan Medel diganjar kartu merah karena saling adu argumen seusai berebut bola. Kedua pemain itu berdebat karena Medel dianggap melakukan pelanggaran.

"Seharusnya kami diberi kartu kuning, bukan merah," kata Medel soal insiden dilansir dari Arena Corinthians.

"Wasit bisa menanganinya dengan lebih baik. Messi dan saya dalam emosi, tetapi itu bagian dari permainan. Wasit menanganinya dengan sangat buruk," tutur mantan pemain Inter Milan itu.

Mundur dua tahun sebelumnya, di ajang yang sama, Messi dan Medel berdua juga terlibat adu mulut, bahkan hingga terjadi kontak fisik.

Saat itu, Medel melakukan pelanggaran keras dengan menendang perut Messi.

Messi langsung tersungkur kesakitan, sedangkan Medel masih berdiri tegak sembari menerima hukuman kartu kuning.

Di lapangan, Messi dan Medel mungkin memang musuh yang tak kenal ampun.

Namun, di luar lapangan, Messi dan Medel bisa saling mengapresiasi atas performa dan prestasi masing-masing. (Ade Jayadireja)




Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X