Mohammad Ahsan Yakin PB Djarum Hanya Ingin Bantu Pembibitan Atlet

Kompas.com - 09/09/2019, 07:00 WIB
Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Jepang Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Ahsan/Hendra keluar menjadi juara dunia ganda putra usai menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15. FABRICE COFFRINIGanda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Jepang Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Ahsan/Hendra keluar menjadi juara dunia ganda putra usai menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

KOMPAS.com - Salah satu pebulu tangkis ganda putra andalan Indonesia, Mohammad Ahsan, menyebut PB Djarum sebagai satu-satunya klub bulu tangkis Tanah Air yang bersedia menjemput anak-anak berbakat hingga ke sejumlah daerah.

Oleh karena itu, Ahsan sangat menyayangkan ketika pihak PB Djarum dan Djarum Foundation memutuskan untuk berhenti mengadakan audisi pencarian bakat pada tahun depan.

Pihak Djarum Foundation memutuskan tak menggelar kegiatan audisi umum lantaran klaim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ajang itu mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Baca juga: Liliyana Sebut Audisi PB Djarum adalah Jalan Menuju Pentas Dunia

Ahsan, atlet PB Djarum yang baru saja memenangi Kejuaraan Dunia Badminton 2019 bersama Hendra Setiawan, menyebut klubnya tersebut benar-benar murni ingin membantu pembibitan atlet.

"Pastinya sangat disayangkan kalau nggak ada audisi lagi, karena satu-satunya klub yang bisa jemput bola ke berbagai daerah itu hanya PB Djarum," ujar Ahsan kepada Kompas.com, Minggu (8/9/2019) malam.

"Sekarang kalau nggak ada lagi audisi, mungkin bakat-bakat di daerah bisa nggak tahu mau ke mana. Bisa jadi nggak tersaring atau tidak terpantau," tutur Ahsan melanjutkan.

Ahsan pun berharap dari polemik yang terjadi antara pihak Djarum dan KPAI bisa ditemukan solusi demi menjaga keberlanjutan pembinaan atlet.

"Mungkin bagi pihak yang melarang, harus memberikan solusi, bisa mencarikan sponsor serupa seperti Djarum," ucap Ahsan.

Dalam kesempatan itu, Ahsan juga memastikan bahwa PB Djarum betul-betul menerapkan aturan ketat kepada para atlet mereka terkait rokok.

Menurut pria asal Palembang, Sumatra Selatan pada 31 tahun silam itu menyebut atlet PB Djarum bisa dikeluarkan jika ketahuan merokok.

Ahsan pun meyakini bahwa antara PB Djarum atau Djarum Foundation dan rokok Djarum adalah sesuatu yang berbeda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X