Kompas.com - 31/07/2019, 14:51 WIB
Suporter PSM Makassar memadati salah satu sudut Stadion Mattoangin, Makassar, di laga final Piala Indonesia yang tertunda, Minggu (28/7/2019). KOMPAS.com/Firzie A. IdrisSuporter PSM Makassar memadati salah satu sudut Stadion Mattoangin, Makassar, di laga final Piala Indonesia yang tertunda, Minggu (28/7/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PSSI memberikan beberapa rekomendasi kepada panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar menjelang final Piala Indonesia leg kedua.

PSSI telah menetapkan jadwal laga tunda final Piala Indonesia leg kedua antara PSM vs Persija Jakarta yang batal terlaksana di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (28/7/2019).

Melalui keputusannya, PSSI memutuskan final akan tetap dihelat di Makassar pada Selasa (6/8/2019). Namun, ada beberapa rekomendasi yang harus dilakukan Panpel PSM.

"Rekomendasi yang disampaikan PSSI ini berdasarkan standar pelaksanaan pertandingan yang diadopsi dari FIFA Stadium Safety and Security Reagulatiion," tulis keterangan tertulis PSSI, Selasa (30/7/2019).

Beberapa rekomendasi untuk panpel PSM, meliputi:

1. Tidak ada kegiatan yang mengundang massa di stadion pada saat latihan resmi (H-1).

2. Panpel wajib menyediakan pengawalan kepada kedua tim dan pengamanan semua lokasi yang berkaitan dengan pertandingan, seperti tempat penginapan tim, tempat jumpa pers tim dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Pada area stadion, area drop off/in kedatangan dan kepulangan tim pada saat latihan dan pertandingan sejak, sebelum, selama, dan setelah kegiatan harus steril.

4. Selain itu, perlu dibuat kanalisasi, barikade pintu masuk penonton VIP/VVIP karena beririsan dengan area kedatangan tim.

5. PSSI tidak merekomendasikan pembangunan atau pembuatan tribune tambahan yang tidak menyatu dengan struktur bangunan stadion.

6. Terkait penonton, tidak diperkenankan untuk membawa tongkat dan spanduk ke dalam stadion.

7. Pihak panpel juga harus bisa menjamin bahwa tidak akan ada penonton yang diperkenankan memasuki lapangan sejak, sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.

Baca juga: Belum Pikirkan Final Piala Indonesia, PSM Kini Fokus Hadapi Bali United

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria percaya bahwa Panpel PSM dapat menjalankan rekomendasi PSSI.

Ia menyatakan PSSI yakin bahwa Panpel PSM Makassar selaku penanggung jawab utama pertandingan akan memenuhi kewajiban untuk melaksanakan rangkaian pertandingan dari H-2 hingga H+1 dengan aman dan nyaman.

PSSI juga mengapresiasi kerja sama pihak kepolisian dan unsur keamanan lainnya dalam menyukseskan pelaksanaan pertandingan.

Sebagai informasi, kasus pelemparan bus pemain Persija terjadi pada Sabtu (27/7/2019), atau sehari sebelum pertandingan. Ketika itu, pemain Persija baru saja selesai berlatih di Stadion Mattoangin.

Di sisi lain, ketika itu, di sekitar stadion ada kerumunan calon penonton yang tak kebagian tiket yang dijual secara offline. Sebagian kecil dari mereka inilah yang diyakini menjadi pelaku pelemparan terhadap bus Persija.

Tak hanya itu, menjelang laga, Panpel PSM juga membuat tribune sementara yang tujuannya menambah kapasitas stadion.

Baca juga: Laga Tunda Final Piala Indonesia Ubah Jadwal PSM dan Persija di Liga 1

CEO Persija Ferry Paulus secara terang-terangan menyebut adanya ketidakcakapan dari Panpel PSM. Akibat ketidakcakapan panpel PSM, pihak Persija merasakan ketidaknyamanan selama berada di Makassar pada beberapa waktu lalu.

"Persija menganggap adanya ketidakcakapan dari panitia penyelenggara dalam menjamu kami. Banyak yang tidak baik," ucap Ferry Paulus saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

"Kami mengalami berbagai tekanan, mulai dari visual, lalu adanya petasan di hotel pada pukul 12 malam dan setengah 2 malam. Intinya memberikan pressure keberadaan kami di Makassar."

Ferry melanjutkan, awalnya pemain Persija dan kru tidak ambil pusing dengan adanya teror petasan dan sejenisnya.

Meski ada teror itu, kata Ferry, pemain Persija masih bisa rileks dan beristirahat dengan nyaman.

Akan tetapi, insiden pelemparan terhadap bus Persija usai sesi latihan resmi membuat Macan Kemayoran tidak nyaman dan memilih untuk tak bertanding.

Pasca-keputusan PSSI, pihak Persija sudah menyatakan bersedia bertanding di Makassar. Namun, mereka meminta pengawalan sejak kedatangan hingga kembali ke Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.