Post Mortem Kegagalan Ajax dan Barcelona, Anak Didik Cruyff Merana

Kompas.com - 09/05/2019, 22:35 WIB
Mauricio Pochettino mempertanyakan putusan wasit Felix Brych seusai Danny Rose dilanggar Hakim Ziyech pada laga Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur di Johan Cruijff Arena, 8 Mei 2019. AFP/ADRIAN DENNISMauricio Pochettino mempertanyakan putusan wasit Felix Brych seusai Danny Rose dilanggar Hakim Ziyech pada laga Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur di Johan Cruijff Arena, 8 Mei 2019.

Sementara itu, pada babak kedua, De Jong gagal mencatatkan tackling sukses sekali pun dari tiga percobannya. Ia juga selalu kalah dalam duel udara sebanyak tiga kali dan tanpa sekali pun intersep.

Pelatih Ten Hag tiga kali memasukkan bek pada babak kedua. Sementara, pelatih Barca, Ernesto Valverde, mencoba mengulang pergantian sama dengan leg pertama, memasukkan bek kanan Nelson Semedo untuk Philippe Coutinho.

Baca Juga: Ajax vs Tottenham - Dua Pemain Buka Puasa di Tengah Pertandingan

Beribu sayang, usaha mereka tanpa hasil. Siratan takdir mengharuskan kedua tim tumbang berkat gol penentu nan dramatis dari pemain nomor 27 lawan-lawan mereka, Divock Origi ( Liverpool) serta Lucas Moura (Tottenham).

Ajax gagal menjadi klub asal Belanda pertama yang melenggang ke final Liga Champions sejak mereka kalah dari Juventus pada final 1996.

Mereka kalah dari tembakan Lucas Moura pada menit kelima injury time.

Pertahanan Ajax yang digalang kapten muda Matthijs de Ligt dibuka tidak lewat skema penyerangan rumit lawan, tetapi lewat route one football (bola jauh ke depan) yang menjadi gaya khas sepak bola Inggris.

"Hasil ini bukan tactical, hanya murni dari hati. Tak ada formasi. Terkadang sepak bola bisa seperti ini. Hal-hal dasar - bermain dari hati, emosi, dan gairah, berlari lebih jauh dari lawan Anda - akan selalu mengalahkan taktik," tutur Darren Fletcher, mantan gelandang Manchester United, kepada BBC.

Baca juga: Jadwal Final Liga Champions 2019, Tottenham Vs Liverpool pada 1 Juni

Jika gol penentu Tottenham datang dari hati, gol pamungkas Liverpool datang dari kepala.

Kecerdikan Trent Alexander-Arnold mengeksploitasi kelengahan para pemain Barcelona dari situasi sepak pojok berbuah assist bagi gol keempat dan penentu dari Divock Origi.

"Gol keempat menggambarkan Barcelona: secara mental dan fisik, mereka lamban dan rentan kesalahan. Barcelona tak bisa mengimbangi kecepatan pemikiran dan kaki-kaki pemain Liverpool," tutur Andy West, pandit sepak bola Spanyol.

"Barcelona inferior, takut, dan tak dapat menemukan jawaban," tulis Guillem Balague, pandit siaran Liga Spanyol di Sky Sports.

Kesalahan manajemen pertandingan dari Barcelona juga menjadi sorotan mantan striker timnas Inggris dan top scorer sepanjang sejarah Premier League, Alan Shearer.

"Mereka mempertahankan tempo cepat, berulang kali langsung memulai laga dari bola mati. Barcelona terus bermain kencang. Hal itu menjadi makanan empuk bagi Liverpool," tutur Shearer.

Begitu dekat, tetapi begitu jauh. Pada akhirnya, anak-anak didik penganut ajaran Johan Cruyff harus merelakan gelar Liga Champions musim ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dekati Real Madrid di Klasemen, Barcelona Belum Menyerah Kejar Gelar Liga Spanyol

Dekati Real Madrid di Klasemen, Barcelona Belum Menyerah Kejar Gelar Liga Spanyol

Liga Spanyol
Southampton Vs Man City, Hasenhuttl Tak Percaya Timnya Bisa Kalahkan The Citizens

Southampton Vs Man City, Hasenhuttl Tak Percaya Timnya Bisa Kalahkan The Citizens

Sports
Bartomeu Pastikan Lionel Messi Pensiun di Barcelona

Bartomeu Pastikan Lionel Messi Pensiun di Barcelona

Liga Spanyol
Ironi Man City: Usai Menang Telak atas Juara Liga, Kini Kalah dari Tim Papan Tengah

Ironi Man City: Usai Menang Telak atas Juara Liga, Kini Kalah dari Tim Papan Tengah

Sports
Napoli Vs Roma, Insigne Akui Gattuso Bawa Perubahan bagi I Partenopei

Napoli Vs Roma, Insigne Akui Gattuso Bawa Perubahan bagi I Partenopei

Sports
Gubernur Tokyo Terpilih Kembali, Bagaimana Nasib Olimpiade 2020?

Gubernur Tokyo Terpilih Kembali, Bagaimana Nasib Olimpiade 2020?

Sports
Sergio Ramos Tegaskan Wasit Bukan Aktor di Balik Kemenangan Real Madrid

Sergio Ramos Tegaskan Wasit Bukan Aktor di Balik Kemenangan Real Madrid

Liga Spanyol
Dinyatakan Non-reaktif Covid-19, Para Pemain Timnas U16 Indonesia Mulai Jalani TC

Dinyatakan Non-reaktif Covid-19, Para Pemain Timnas U16 Indonesia Mulai Jalani TC

Liga Indonesia
Pep Guardiola Bingung Man City Sudah Kalah 9 Kali Musim Ini

Pep Guardiola Bingung Man City Sudah Kalah 9 Kali Musim Ini

Liga Inggris
Liverpool Bisa Pecahkan 2 Rekor Liga Inggris, Klopp Tidak Peduli

Liverpool Bisa Pecahkan 2 Rekor Liga Inggris, Klopp Tidak Peduli

Liga Inggris
VIDEO - Gol Jarak Jauh Che Adams, Biang Kekalahan Man City

VIDEO - Gol Jarak Jauh Che Adams, Biang Kekalahan Man City

Liga Inggris
Tajam di Real Madrid, Apa yang Dipikirkan Sergio Ramos saat Mengambil Penalti?

Tajam di Real Madrid, Apa yang Dipikirkan Sergio Ramos saat Mengambil Penalti?

Sports
Liverpool Masih Bisa Pecahkan Rekor 3 Tim Sekaligus di Liga Inggris

Liverpool Masih Bisa Pecahkan Rekor 3 Tim Sekaligus di Liga Inggris

Liga Inggris
Milan Vs Juventus, Partner Ronaldo di Lini Depan Bianconeri Absen

Milan Vs Juventus, Partner Ronaldo di Lini Depan Bianconeri Absen

Liga Italia
Napoli Vs Roma, Gattuso Puji Performa Lorenzo Insigne dkk

Napoli Vs Roma, Gattuso Puji Performa Lorenzo Insigne dkk

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X