Post Mortem Kegagalan Ajax dan Barcelona, Anak Didik Cruyff Merana

Kompas.com - 09/05/2019, 22:35 WIB
Mauricio Pochettino mempertanyakan putusan wasit Felix Brych seusai Danny Rose dilanggar Hakim Ziyech pada laga Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur di Johan Cruijff Arena, 8 Mei 2019. AFP/ADRIAN DENNISMauricio Pochettino mempertanyakan putusan wasit Felix Brych seusai Danny Rose dilanggar Hakim Ziyech pada laga Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur di Johan Cruijff Arena, 8 Mei 2019.

KOMPAS.com - Narasi final Liga Champions bergeser dari pertemuan Ajax Amsterdam dan Barcelona, dua tim yang terlilit erat dengan filosofi sepak bola Johan Cruyff, menjadi duel sesama tim Inggris hanya dalam waktu satu pekan.

Post mortem atau pemeriksaan akhir dari tragedi semifinal Liga Champions Ajax dan Barcelona memunculkan beberapa kesamaan penyebab.

Tanggal 25 April 2019, lima hari sebelum laga-laga leg pertama semifinal Liga Champions bergulir, seharusnya menjadi hari ulang tahun Johan Cruyff yang ke-72. 

Legenda asal Belanda itu meninggal pada Maret 2016 pada usia 68 tahun.

Ajax dan Barcelona, dua tim yang begitu terikat dengan filosofi bermain Cruyff pun memberi penghormatan sempurna kepada pria kelahiran Amsterdam ini.

Baca Juga: Ditendang PSG, Lucas Moura Dahului Neymar ke Final Liga Champions

Pada leg pertama, Barcelona menundukkan Liverpool 3-0 di Camp Nou sementara Ajax mengalahkan Tottenham 1-0 di London Utara. Hasil-hasil itu didapat kedua mantan klub Cruyff menyapu lawan dengan gaya totaal voetbal yang menjadi warisan sang legenda.

Kemenangan Ajax di kandang Tottenham digambarkan oleh media olahraga Belanda, Voetbal International, sebagai satu lagi momen pembuktian para Amsterdammers setelah mereka menggebrak Eropa dengan mengalahkan Real Madrid dan Juventus.

"Para pemain Ajax bukan bunga yang mekar hanya sehari, mereka adalah musim semi yang berkepanjangan," tulis mereka.

Sementara itu, kejeniusan Lionel Messi memaksa Liverpool menelan kekalahan 0-3 di Camp Nou walau The Reds mengimbangi kekuatan Barcelona hampir sepanjang laga.

Baca Juga: Profil Lucas Moura, Pahlawan Tottenham dari Kampung Kriminal

"Magis yang Messi tebarkan ke Barcelona dan seluruh sepak bola selama lebih dari satu dekade mengubah laga ini dalam waktu 15 menit terakhir," tulis Phil McNulty di BBC.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X