Kompas.com - 28/04/2019, 19:00 WIB
Manajer Chelsea, Maurizio Sarri didenda oleh FA, Jumat (26/4/2019) AFPManajer Chelsea, Maurizio Sarri didenda oleh FA, Jumat (26/4/2019)

KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, merasa yakin bisa membuat klub berjulukan The Blues itu bersaing dengan Liverpool dan Manchester City di pentas Liga Inggris.

Kiprah Chelsea pada awal musim 2018-2019 berjalan menakjubkan. Bersama Maurizio Sarri yang berstatus manajer anyar, Chelsea tak terkalahkan dalam 12 laga awal Premier League, bahkan sempat menjadi pemuncak klasemen pada pekan kelima.

Namun, inkonsistensi membuat Chelsea keluar dari persaingan gelar juara. Mereka untuk sementara harus puas menghuni peringkat keempat dengan raihan 67 angka.

Baca Juga: Andy Jacobs: Sarri Manajer Terburuk di Liga Inggris

Posisi empat besar yang mereka miliki belum aman dari kejaran Arsenal (66 poin) dan Manchester United (64), hingga dua pekan tersisa di Premier League. Walau begitu, Maurizio Sarri percaya The Blues bisa mengubah keadaan jika ia bertahan pada musim depan.

Tak berhenti di situ, ia juga yakin bisa mengubah Chelsea menjadi pesaing bagi dua tim kandidat juara musim ini, Liverpool dan Manchester City.

"Saya yakin kami akan mampu menipiskan jarak dengan Liverpool dan Man City dalam dua musim," tutur Sarri, seperti dilansir BolaSport.com dari laman Four Four Two.

"Tetapi saya belum yakin dalam periode itu kami bisa menjadi lebih baik daripada mereka," tambah mantan pelatih Napoli ini.

Keyakinan Sarri mampu membawa Chelsea ke arah positif pada musim-musim mendatang dilandasi oleh pengalamannya saat menangani Napoli. Pasalnya, pelatih yang suka merokok ini mampu mendorong Napoli berangsur-angsur memangkas jarak dengan juara bertahan Serie A, Juventus.

Baca Juga: Frank Lampard Puji Maurizio Sarri sebagai Manajer Hebat

Dalam tiga musim bersama Sarri, I Partenopei selalu dapat memperbaiki jarak poin mereka dengan Juventus. Dari gap 9 poin pada musim 2015-2016 (91-82), kemudian 6 poin (2016-2017: 91-87), hingga 4 poin (2017-2018: 95-91) pada musim terakhirnya.

Meskipun pada periode itu Napoli selalu jadi runner-up, pencapaian itu merupakan sebuah peningkatan. Mengingat pada musim sebelum Sarri datang, Napoli cuma menghuni peringkat lima Liga Italia.

"Ketika saya datang ke Naples, untuk menangani Napoli, jarak poin dengan Juventus adalah 24 poin," kata Sarri.

"Pada musim pertama saya melatih, tercipta selisih sembilan poin dengan Juventus, musim kedua enam, dan musim ketiga empat."

"Bagi kami, mustahil untuk memangkas selisih poin secara keseluruhan, tetapi pada musim ketiga kami sudah sangat dekat," tutur pria berusia 60 tahun ini lagi. (Ahmad Tsalis)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saran Lee Chong Wei Buat Lee Zii Jia Yakin Keluar dari BAM

Saran Lee Chong Wei Buat Lee Zii Jia Yakin Keluar dari BAM

Badminton
Lee Zii Jia Bakal Kena Sanksi, termasuk Tak Boleh Bermain sebagai Pemain Independen

Lee Zii Jia Bakal Kena Sanksi, termasuk Tak Boleh Bermain sebagai Pemain Independen

Badminton
Daftar Olahragawan Terkaya di Dunia 2022, Ronaldo Masih Kalah dari Messi

Daftar Olahragawan Terkaya di Dunia 2022, Ronaldo Masih Kalah dari Messi

Sports
Indonesia Tanpa Elkan Baggott dalam FIFA Matchday Melawan Timor Leste

Indonesia Tanpa Elkan Baggott dalam FIFA Matchday Melawan Timor Leste

Liga Indonesia
Viktor Axelsen Ikut Komentari Keputusan Lee Zii Jia Keluar dari BAM

Viktor Axelsen Ikut Komentari Keputusan Lee Zii Jia Keluar dari BAM

Badminton
Berapa Gaji Wasit Liga 1 2021-2022?

Berapa Gaji Wasit Liga 1 2021-2022?

Sports
Tekad Asisten Pelatih Tunggal Putra, Benahi Mental Jojo-Ginting

Tekad Asisten Pelatih Tunggal Putra, Benahi Mental Jojo-Ginting

Badminton
Kevin Sanjaya dkk Jalani Tes Kesehatan-Fisik, PBSI Segera Siapkan SK Pemanggilan

Kevin Sanjaya dkk Jalani Tes Kesehatan-Fisik, PBSI Segera Siapkan SK Pemanggilan

Badminton
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF U23 2022: Kapan Lawan Malaysia?

Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF U23 2022: Kapan Lawan Malaysia?

Liga Indonesia
Jadwal Piala Asia Wanita, Perjuangan Timnas Indonesia Dimulai Usai 33 Tahun Penantian

Jadwal Piala Asia Wanita, Perjuangan Timnas Indonesia Dimulai Usai 33 Tahun Penantian

Liga Indonesia
Pelatih Brentford: Man United Cuman Modal Beruntung

Pelatih Brentford: Man United Cuman Modal Beruntung

Liga Inggris
Profil Lee Zii Jia: Anak Didik Pelatih Indonesia yang Memutuskan Keluar dari BAM

Profil Lee Zii Jia: Anak Didik Pelatih Indonesia yang Memutuskan Keluar dari BAM

Sports
Biar Tak Penasaran, Ini Kata-kata Ronaldo Saat Layangkan Protes ke Rangnick

Biar Tak Penasaran, Ini Kata-kata Ronaldo Saat Layangkan Protes ke Rangnick

Liga Inggris
Sani Rizki Fauzi: Tak Masuk Skuad Piala AFF 2020, Kini Dipercaya Shin Tae-yong

Sani Rizki Fauzi: Tak Masuk Skuad Piala AFF 2020, Kini Dipercaya Shin Tae-yong

Sports
Wajah Baru Timnas Indonesia Ingin Beri Pembuktian

Wajah Baru Timnas Indonesia Ingin Beri Pembuktian

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.