Kian Meningkat, Minat Berolahraga Kebugaran di Kota Kedua

Kompas.com - 01/04/2019, 18:09 WIB
Peralatan olahraga di pusat kebugaran ReFIT Club di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 55 persen dari 700 orang target anggota baru ReFIT Club Sidoarjo hingga akhir 2019 sudah terpenuhi per 31 Maret 2019.ReFIT Club Sidoarjo Peralatan olahraga di pusat kebugaran ReFIT Club di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 55 persen dari 700 orang target anggota baru ReFIT Club Sidoarjo hingga akhir 2019 sudah terpenuhi per 31 Maret 2019.


JAKARTA, KOMPAS.com - Minat berolahraga kebugaran cenderung meningkat pada masyarakat yang tinggal di kota lapis kedua (second tier city).

Data terkumpul Kompas.com menunjukkan, kota lapis kedua menurut khazanah bidang properti adalah kota yang awalnya adalah kota penyangga kota pertama.

Kota lapis kedua kemudian, berkembang mulai dari jumlah penduduk, infrastruktur, hingga kelengkapan kota.

Lazimnya, kota kedua memiliki jumlah penduduk di kisaran 500.000 hingga 3 juta jiwa.

Di kota kedua, pusat industri dan bisnis terlihat dengan adanya perkantoran hingga bandar udara.

Kebugaran

Sementara itu, catatan data yang diperoleh dari pelaku usaha bisnis olahraga di pusat kebugaran, PT Mitra Bugar Bersama, pengelola pusat kebugaran ReFIT Club Indonesia, hari ini, menunjukkan, meningkatnya daya beli masyarakat di kota lapis kedua.

Selain itu, di kota lapis kedua, kelompok menengah, secara ekonomi, berkembang cukup pesat.

(Baca: Kota Kedua, Pilihan Utama Pengembang)

"Kelas menengah memahami pentingnya kebugaran," kata Mela Gunawan, Co-Founder dan Chief Marketing Officer ReFIT Club.

Mela lebih lanjut menunjukkan catatan mengenai ReFIT Club di Sidoarjo, Jawa Timur.

Diresmikan sejak 12 Februari 2019, pusat kebugaran yang dekat dengan Bandara Juanda dan terletak di Delta Sari Indah itu juga dikelilingi oleh pusat bisnis pertumbuhan ekonomi.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X