Kontrak Baru Ernesto Valverde, Akhir Dilema Sang Nakhoda

Kompas.com - 15/02/2019, 22:17 WIB
Pelatih baru Barcelona, Ernesto Valverde, saat diperkenalkan di markas klub pada 31 Mei 2017.AFP/Lluis Gene Pelatih baru Barcelona, Ernesto Valverde, saat diperkenalkan di markas klub pada 31 Mei 2017.

KOMPAS.com - FC Barcelona mengumumkan perpanjangan kontrak kepada pelatih Ernesto Valverde pada Jumat (15/2/2019).

Pengumuman ekstensi ikatan kerja hingga 2020 dengan opsi perpanjangan sampai 2021 ini memunculkan perdebatan intens di antara para suporter di sosial media.

Tak sedikit fans Barcelona yang masih ingat kapitulasi Barcelona di Roma pada perempat final Liga Champions 2017-2018.

Bagaimana tidak, Barcelona unggul 4-1 pada leg pertama di Camp Nou sebelum menyerah 0-3 di Estadio Olimpico.

Momen yang akan selalu diingat datang dari komentator Peter Drury setelah Roma mencetak gol ketiga lewat bek asal Yunani, Kostas Manolas.

"Roma has risen from their ruins! Manolas, the Greek God in Rome!" yang kurang lebih berarti "Roma telah bangkit dari keruntuhan! Manolas, sang Dewa Yunani di Roma!"

Bagi fans Barcelona, kata-kata Drury itu akan selamanya menjadi noda hitam di catatan Valverde.

Baca juga: Barcelona Resmi Perpanjang Kontrak Ernesto Valverde hingga 2020

Apalagi ada anggapan bahwa tekanan pekerjaan bisa membuat Valverde dilematis serta hengkang saat kontraknya usai pada akhir musim ini.

Namun, Valverde memberi kestabilan bagi Barcelona sejak datang pada Mei 2017.

Ia langsung mempersembahkan gelar Liga Spanyol dan Copa del Rey pada musim pertamanya.

Kini, Barcelona memuncaki La Liga dengan keunggulan 6 poin dari rival mereka.

Catatan Valverde selama menukangi Barcelona di semua kompetisi pun seperti yang diharapkan.

Ia hanya menelan sembilan kali kekalahan dari 96 laga dan mencatatkan 65 kemenangan.

Di bawahnya, Barcelona mencetak 233 gol serta hanya kebobolan 78.

Ada beberapa hal lain yang diyakini Marca menjadi kunci Valverde bertahan di kursinya.

Salah satu alasan terpenting adalah ia mendapat dukungan dari Lionel Messi dan ruang ganti Barcelona.

Harian Spanyol, Marca, mengatakan bahwa Messi bahagia dengan Valverde. Hubungan keduanya dikatakan sebagai "sempurna".

Baca Juga: Barcelona Tanggapi Dingin Permintaan Kontrak Baru Ivan Rakitic

Tak hanya Messi, Valverde dikatakan mendapat rasa hormat dari para pemain senior di ruang ganti karena ketenangan dan semangatnya untuk berdiskusi.

"Kami senang karena ia tahu cara menangani skuat dengan baik," tutur Luis Suarez kepada Mundo Deportivo.

"Ia selalu bersedia untuk mendengar para pemain," lanjut sang bomber.

"Kami senang apabila Ernesto bisa lanjut musim depan. Ia melakukan pekerjaan spesial," timpal bek senior Gerard Pique.

Tanpa dukungan ini, mustahil Valverde bertahan di Camp Nou.

Hubungan sang pelatih ke manajemen atas Barcelona pun ideal dan ia bahkan dikatakan mengerti apa yang dibutuhkan untuk menjadi pelatih Blaugrana.

"Dengan memperbaharui kontrak Ernesto Valverde, kami menjamin kelanjutan seorang pelatih dan pribadi yang sangat mewakili nilai-nilai Barcelona dan pengertian kami tentang sepak bola," ujar Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu.

Klub pun tak asal mengeluarkan pernyataan seperti ini. Mereka jelas sekali mendukung Valverde dalam pekerjaannya.

Baca Juga: Setelah Debut, Kevin-Prince Boateng Bak Hilang dari Barcelona

Tiga dari lima pembelian termahal Barcelona sepanjang sejarah tiba pada era Valverde: Philippe Coutinho (135 juta euro dari Liverpool), Ousmane Dembele (120 juta euro dari Borussia Dortmund), dan Frenkie de Jong (75 juta euro dari Ajax).

Dembele (20 tahun), De Jong (21), dan Arthur Melo (22), merupakan kepingan penting dalam proyek masa depan Valverde.

Karier bermain Valverde memang tak setenar Luis Enrique, Pep Guardiola, atau Frank Rijkaard, tiga eks pemain yang pernah menukangi Barcelona dalam 15 tahun terakhir.

Valverde hanya pernah merumput dua musim di Camp Nou sebelum dilego ke Athletic Bilbao pada 1990.

Namun, jika diberi waktu dan kesabaran, Valverde punya segala kesempatan untuk menyamai prestasi para pendahulunya tersebut.


Terkini Lainnya

Mundurnya Edy Rahmayadi adalah Konsekuensi Perjuangan Revolusi PSSI

Mundurnya Edy Rahmayadi adalah Konsekuensi Perjuangan Revolusi PSSI

Liga Indonesia
Indonesia Vs Vietnam, Asnawi Ungkap Modal Timnas U-23 untuk Raih Kemenangan

Indonesia Vs Vietnam, Asnawi Ungkap Modal Timnas U-23 untuk Raih Kemenangan

Liga Indonesia
Klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia di Peringkat 3

Klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia di Peringkat 3

Liga Indonesia
Inggris Vs Ceko, Jaroslav Silhavy Akui The Three Lions Lebih Baik

Inggris Vs Ceko, Jaroslav Silhavy Akui The Three Lions Lebih Baik

Internasional
Timnas U-23 Indonesia Berterima Kasih kepada Ezra Walian

Timnas U-23 Indonesia Berterima Kasih kepada Ezra Walian

Liga Indonesia
Prediksi Superkomputer, Liverpool Gagal, Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini?

Prediksi Superkomputer, Liverpool Gagal, Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini?

Liga Inggris
Argentina Vs Venezuela, Scaloni Akui Belajar Banyak dari Hasil Laga

Argentina Vs Venezuela, Scaloni Akui Belajar Banyak dari Hasil Laga

Internasional
Alami Cedera saat Argentina Vs Venezuela, Messi Kembali ke Barcelona

Alami Cedera saat Argentina Vs Venezuela, Messi Kembali ke Barcelona

Liga Spanyol
Moldova Vs Perancis, Deschamps Bangga Tiga Penyerangnya Cetak Gol

Moldova Vs Perancis, Deschamps Bangga Tiga Penyerangnya Cetak Gol

Internasional
Portugal Vs Ukraina, Fernando Santos Sebut Hasil Laga Tidak Memuaskan

Portugal Vs Ukraina, Fernando Santos Sebut Hasil Laga Tidak Memuaskan

Internasional
Inggris Vs Ceko, Southgate Tak Terkejut dengan Penampilan Sterling

Inggris Vs Ceko, Southgate Tak Terkejut dengan Penampilan Sterling

Internasional
Kebangkitan Timnas Belanda dan Evolusi Rivalitas Oranje dengan Jerman

Kebangkitan Timnas Belanda dan Evolusi Rivalitas Oranje dengan Jerman

Internasional
Gareth Bale Bantah Tak Akur dengan Ronaldo Saat di Real Madrid

Gareth Bale Bantah Tak Akur dengan Ronaldo Saat di Real Madrid

Liga Spanyol
Shevchenko Sebut Piatek sebagai Titisannya

Shevchenko Sebut Piatek sebagai Titisannya

Liga Italia
Moldova Vs Perancis, Start Apik Sang Juara Dunia

Moldova Vs Perancis, Start Apik Sang Juara Dunia

Internasional

Close Ads X