Mengenal Direktur Teknik di Klub Sepak Bola... - Kompas.com

Mengenal Direktur Teknik di Klub Sepak Bola...

Kompas.com - 14/02/2019, 16:40 WIB
Pelatih U-17 Bayern Muenchen, Miroslav Klose, berfoto dengan Direktur Olahraga Bayern, Hasan Salihamidzic dan Direktur Kampus FC Bayern, Jochen Sauer.TWITTER.com/FCBayernEN Pelatih U-17 Bayern Muenchen, Miroslav Klose, berfoto dengan Direktur Olahraga Bayern, Hasan Salihamidzic dan Direktur Kampus FC Bayern, Jochen Sauer.

KOMPAS.com - Direktur teknik di klub sepak bola jamak terdengar di liga-liga Eropa, kecuali Liga Inggris. Lantas, apa peran mereka bagi klub yang menyewanya?

Dikutip dari situs web Bundesliga, direktur teknik biasanya diisi mantan pesepak bola yang paham dengan taktik dan strategi di lapangan, seorang ahli negosiasi, terutama dalam merekrut pemain, serta punya kemampuan lobi bagus dalam menjaga relasi.

Klub-klub sepak bola dari Eropa daratan biasanya punya seorang direktur sepak bola. Di Liga Italia, istilah tersebut jamak disebut sebagai manajer umum.

Lain halnya dengan di Inggris. Pelatih di negara tersebut disebut manajer karena tak hanya mengurus taktik dan strategi, tetapi juga menjalani peran sebagai manajer dalam berburu pemain.

Baca juga: Hasil Liga Jerman, Bayern Muenchen Gemilang, Dortmund Sial

Sementara itu, peran pelatih dan manajer di sebagian besar negara-negara Eropa lain dijalankan oleh dua orang berbeda.

Di Bundesliga contohnya. Seorang pelatih di Liga Jerman bertanggung jawab untuk memimpin tim, melatih, dan memilih pemain, sedangkan direktur teknik lebih ke kebijakan teknis di klub tersebut secara lebih komprehensif.

Dalam organigram organisasi klub, direktur teknik berdiri di antara petinggi atau direktur klub dengan pelatih. Mereka menjadi jembatan di antara dua orang tersebut.

Orang yang berkedudukan lebih tinggi punya hak untuk memilih atau memecat yang berada di bawahnya. Dalam hal ini, direktur teknik bisa memecat pelatih.

Ambil contoh Bayern Muenchen. Pelatih Niko Kovac harus melapor kepada Hasan Salihamidzic selaku direktur teknik klub. Salihamidzic lantas memberi laporan kepada CEO Karl-Heinz Rummenigge.

Mantan pemain Bayern itu juga bertanggung jawab mengawasi segala aktivitas yang berkaitan dengan teknik sepak bola. Dia juga bekerja sama dengan Presiden Uli Hoeness untuk memberi laporan kepada pemilik saham.

"Salihamidzic merupakan sosok yang serius dan pekerja keras. Di sisi lain, dia juga punya hubungan bagus selama di Bayern dan Italia," kata Rummenigge seperti dikutip dari situs web Bayern pada Juli 2017.

Baca juga: Sisihkan Philipp Lahm, Hasan Salihamidzic Jadi Direktur Teknik Bayern

"Pengalaman itu akan membantunya menjalani peran sebagai direktur teknik. Dia juga punya nilai tambah karena menguasai lima bahasa sehingga mudah berkomunikasi dengan pemain mancanegara di klub ini," tuturnya.

Prinsip "Palugada" 

Salihamidzic merupakan satu di antara sejumlah mantan pemain yang menjadi direktur teknik. Ada juga Michael Zorc di Borussia Dortmund dan Rudi Voeller di Bayer Leverkusen.

Mantan pemain memang biasanya menjadi sosok yang dipilih untuk menjadi direktur teknik. Selain dekat dengan suporter, mereka juga punya kemampuan teknis sebagai dasar pengetahuan untuk mengelola klub sepak bola.

"Sebagai direktur teknik, saya bertanggung jawab menanamkan filosofi di klub ini, mulai dari tim junior hingga tim utama," kata Zorc seperti dikutip dari situs web Bundesliga, Kamis (14/2/2019).

"Saya berdiskusi dengan pelatih tentang gaya permainan tim utama dan untuk diikuti tim muda. Saya juga harus bisa mengelola bujet dari CEO untuk membeli, menjual, atau melakukan kontrak dengan pemain," tuturnya lagi.

Kendati demikian, anomali tetap saja ada. Salah satunya di RB Leipzig.

Direktur Teknik Leipzig, Ralf Rangnick, juga merangkap sebagai pelatih di klub tersebut. Dia merangkap jabatan itu sejak 2012 dan baru akan dilepas salah satunya per musim panas 2019 saat Julian Nagelsmann datang sebagai pelatih.

Baca juga: 2 Bintang Liverpool Sama-sama Bujuk Penyerang Leipzig untuk Pindah ke Anfield

Pemain RB Leipzig, Timo Werner, merayakan gol ke gawang Schalke pada lanjutan Bundesliga, Sabtu (3/12/2016). JENS SCHLUTER/AFP Pemain RB Leipzig, Timo Werner, merayakan gol ke gawang Schalke pada lanjutan Bundesliga, Sabtu (3/12/2016).

Anomali lain ada di Schalke 04. Klub asal Gelsenkirchen itu memiliki direktur teknik yang berlatar belakang pegawai bank dan pengusaha, Christian Heidel.

Namun, jangan pandang sebelah mata kiprah mantan pengusaha rental mobil yang bangkrut pada 2005 itu di posisi tersebut. Dialah sosok di belakang penampilan impresif Mainz 05 ketika dilatih Juergen Klopp dan Thomas Tuchel.

Atas dasar itu jualah, manajemen Schalke membajaknya dari Mainz. Per musim panas 2016, pria kelahiran 2 Juni 1963 itu pindah ke Schalke.

"Heidel punya kemampuan dan pengalaman di dunia olahraga. Dia juga telah membuktikan kepemimpinannya dan punya aura positif. Karena itu, kami yakin dia orang yang cocok bagi Schalke," tutur Clemens Tonnies, petinggi Schalke, saat penunjukan Heidel, Juni 2016.

Baca juga: Schalke Konfirmasi Goretzka Akan Bergabung dengan Bayern

Seperti halnya pekerja profesional lain, bajak-membajak juga ada di dunia direktur teknik klub sepak bola. Contoh saja Heidel. 

Selain itu, ada Beppe Marotta yang pindah dari Juventus ke Inter Milan. Zorc pun saat ini dikait-kaitkan dengan Manchester United. 

Melihat sepak terjangnya, peran direktur teknik memang begitu penting dalam roda operasional klub sepak bola. 

Seorang direktur teknik, ada juga yang menyebutnya sebagai direktur olahraga atau apa pun namanya, mempunyai banyak peranan bagi klubnya. Palugada, "apa lu mau, gue ada", kalau istilah anak zaman now.



Close Ads X