Pelatih PSM Sebut Mafia Pengaturan Skor Masih Gentayangan di Indonesia

Kompas.com - 07/12/2018, 14:05 WIB
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mendampingi anak-anak asuhnya saat melawan PS TNI pada partai Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (15/5/2017).HERKA YANIS PANGARIBOWO/JUARA Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mendampingi anak-anak asuhnya saat melawan PS TNI pada partai Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (15/5/2017).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts kembali melontarkan pernyataan seputar adanya mafia pengaturan skor di persepak bolaan Indonesia.

Menurut Rene Alberts, mafia pengaturan skor masih ada hingga saat ini.

"Saya sudah mengalami ini di Malaysia dan Singapura. Beberapa tahun lalu di Indonesia, saya dihubungi untuk pengaturan skor. Tapi saya tidak mau," kata Rene Alberts dikutip dari situs resmi PSM, Kamis (6/12/2018).

"Orang itu sampai sekarang masih ada di sepak bola Indonesia," ujar Rene menambahkan.

Baca juga: CEO PSM Makassar: Saya Semakin Mengerti Permainan Sepak Bola

Menurut Rene Alberts, orang yang dimaksudkannya itu pada musim ini sudah tidak mau lagi mendekatinya. Pasalnya, kata Rene Alberts, dirinya adalah orang pertama yang akan melawan jika diminta.

Rene Alberts menyatakan tim besutannya akan sulit didekati oknum pengatur skor karena pengalaman yang pernah didapatkannya. Rene Alberts menyatakan pengaturan skor adalah praktek kotor yang harus dilawan.

"Saya tahu trik mereka, termasuk jika mencoba masuk ke pemain. Saya selalu melindungi pemain saya. Ini bagus karena sudah mulai banyak orang yang berani bicara"

"Seperti pemain Sriwijaya FC yang baru-baru ini mengaku ada yang menawarinya. Semua orang harus mulai berani melawan," ujar Rene Alberts.

Baca juga: Pelatih PSM Akui Punya Bukti Pengaturan Skor di Sepak Bola Indonesia



Close Ads X