Momota Mengaku Kehabisan Stamina sehingga Gagal di Hong Kong - Kompas.com

Momota Mengaku Kehabisan Stamina sehingga Gagal di Hong Kong

Kompas.com - 20/11/2018, 15:34 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Gintingpada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018). Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih juara China Open 2018 setelah mengalahkan Momota dengan skor akhir 23-21 dan 21-19.AFP PHOTO/STR/CHINA OUT Pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Gintingpada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018). Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih juara China Open 2018 setelah mengalahkan Momota dengan skor akhir 23-21 dan 21-19.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota, mengakui bahwa stamina menjadi salah satu faktor yang membuatnya terhenti pada semifinal Hong Kong Open 2018. Dalam laga di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Sabtu (17/11/2018), Momota kalah 21-18, 16-21, 19-21 dari Son Wan-ho (Korea Selatan).

Wajar jika stamina Momota habis karena juara dunia 2018 tersebut harus bertarung selama 90 menit. Padahal, sepekan sebelumnya dia harus melakoni pertandingan berat untuk meraih gelar Fuzhou China Open 2018. Artinya, dia hanya punya waktu istirahat kurang dari enam hari.

Hong Kong Open 2018 - Netting Menyilang Son Wan-ho Bikin Kento Momota Tak Berkutik

Momota pun membeberkan kondisi yang dia alami selama tur terakhir pada musim 2018.

"Saya merasa yakin bisa menang dengan reli panjang, tetapi nyatanya saya telah mencapai batas saya di Hong Kong Open," ujar Momota dikutip BolaSport.com dari Badminton Spirit, setelah mendarat di Bandara Narita, Tokyo, Jepang, Senin (19/11/2018).

"Saya pikir kekuatan saya untuk menaklukkan musim ini masih belum cukup," lanjutnya.

Momota menjelaskan bahwa tenaga yang habis membuat kecepatannya berkurang drastis. Alhasil, pemain kidal ini tidak bisa bergerak leluasa sesuai keinginan.

"Meskipun saya berpikir bisa meningkatkan kecepatan, nyatanya saya tidak bisa bergerak seperti yang saya harapkan," kata Momota melanjutkan.

"Saya tidak bisa menaikkan kecepatan. Saya terus saja begitu," kata pria 24 tahun ini.

Dengan kondisi tersebut, Momota sebenarnya bisa saja meminta retired tetapi dia tidak mau melakukannya.

"Saya merasa tidak bertanggung jawab jika keluar di tengah pertandingan begitu saja, kecuali cedera, jadi saya tidak ingin keluar," kata Momota menegaskan.

Dengan kekalahan tersebut maka dari dua tur terakhir di Asia pada musim 2018, Momota hanya meraih satu gelar juara yaitu Fuzhou China Open. Meskipun demikian, Momota tetap berhak untuk tampil dalam ajang pamungkas BWF World Tour Finals 2018 pada 12-16 Desember 2018 di Guangzhou, China. (Any Hidayati)


Terkini Lainnya

Kalahkan Peringkat Kelima ABL, BTN CLS Knights Teruskan Tren Positif

Kalahkan Peringkat Kelima ABL, BTN CLS Knights Teruskan Tren Positif

Olahraga
Iwan Budianto Lepas Jabatan CEO Arema FC demi Majukan PSSI

Iwan Budianto Lepas Jabatan CEO Arema FC demi Majukan PSSI

Liga Indonesia
Septian David Maulana Gabung ke PSIS Semarang

Septian David Maulana Gabung ke PSIS Semarang

Liga Indonesia
Laga Persinga Vs Persebaya Ditunda, Lokasi Belum Jelas

Laga Persinga Vs Persebaya Ditunda, Lokasi Belum Jelas

Liga Indonesia
Edy Rahmayadi Mundur, Menpora Ingatkan PSSI untuk Terus Berbenah

Edy Rahmayadi Mundur, Menpora Ingatkan PSSI untuk Terus Berbenah

Liga Indonesia
Iwan Budianto Mundur dari Jabatan CEO Arema FC

Iwan Budianto Mundur dari Jabatan CEO Arema FC

Liga Indonesia
Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia karena Jadi Korban Pelemparan Batu

Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia karena Jadi Korban Pelemparan Batu

Liga Indonesia
Sudah 2 Klub 'Booking' Stadion Patriot untuk Kandang pada Musim 2019

Sudah 2 Klub "Booking" Stadion Patriot untuk Kandang pada Musim 2019

Liga Indonesia
#TenYearsChallenge PSSI, Penurunan Prestasi hingga Ketua Umum yang Sering Berganti

#TenYearsChallenge PSSI, Penurunan Prestasi hingga Ketua Umum yang Sering Berganti

Liga Indonesia
Bermain Agresif Jadi Kunci Ratchanok Pertahankan Gelar Malaysia Masters

Bermain Agresif Jadi Kunci Ratchanok Pertahankan Gelar Malaysia Masters

Olahraga
Raih Gelar Pertama di Malaysia, Son Wan-ho Merasa Dapat Kehormatan

Raih Gelar Pertama di Malaysia, Son Wan-ho Merasa Dapat Kehormatan

Olahraga
Liga Champions Asia, Komentar PSSI soal Persija Terancam Tanpa Ryuji dan 3 Pemain Asing

Liga Champions Asia, Komentar PSSI soal Persija Terancam Tanpa Ryuji dan 3 Pemain Asing

Liga Indonesia
Kiprah Edy Rahmayadi di PSSI, Polemik, Prestasi, hingga Undur Diri

Kiprah Edy Rahmayadi di PSSI, Polemik, Prestasi, hingga Undur Diri

Liga Indonesia
Jalan Terjal Anthony untuk Pertahankan Gelar Indonesia Masters

Jalan Terjal Anthony untuk Pertahankan Gelar Indonesia Masters

Liga Indonesia
PSM Makassar Sampaikan 3 Rekomendasi kepada PSSI

PSM Makassar Sampaikan 3 Rekomendasi kepada PSSI

Liga Indonesia

Close Ads X