Donasi untuk Winarni via Festival Fotografi Kompas 2018 - Kompas.com

Donasi untuk Winarni via Festival Fotografi Kompas 2018

Kompas.com - 01/08/2018, 06:45 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi (kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudianta (tengah) dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo mmenyaksikan pameran foto Festival Fotografi Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (31/7/2018). Festival foto yang bertajuk Sportscapes ini dimeriahkan dengan peluncuran buku, diskusi dan workshop fotografi.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi (kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudianta (tengah) dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo mmenyaksikan pameran foto Festival Fotografi Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (31/7/2018). Festival foto yang bertajuk Sportscapes ini dimeriahkan dengan peluncuran buku, diskusi dan workshop fotografi.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Festival Fotografi Kompas (FFK) 2018 mengangkat tema olahraga dengan tajuk Sportscapes.  FFK 2018 tak hanya menggelar pameran foto olahraga dan peluncuran buku berjudul "Sportscapes", tetapi juga berusaha melakukan solidaritas sosial.

Solidaritas sosial itu ditujukan untuk membantu mantan atlet nasional, Winarni, juara dunia angkat besi pada 1997 dan peraih medali perunggu pada Olimpiade Sydney 2000. Aksi donasi membantu pengobatan anak Winarni menjadi salah satu agenda utama FFK 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya, Winarni tengah mengalami kesulitan keuangan dalam proses penyembuhan anaknya, Achmad Fariz Taufik, yang mengalami kelainan bawaan, asteria esofagus.

Baca juga: Juara Dunia Angkat Besi Berjuang demi Kesembuhan Sang Buah Hati

Kisah Winarni pada Harian Kompas terbitan 29 Juli 2018 itu membuat sejumlah lapisan masyarakat bergerak untuk membantu pengobatan buah hati Winarni, sosok yang pada 20 September 2000 menjadi foto utama di halaman depan Kompas dengan medali perunggunya. 

Lifter putri Indonesia, Winarni, berpose di hadapan para wartawan menunjukkan medali perunggu di tangan kanan, dan rangkaian bunga di tangan kiri, setelah upacara pengalungan medali di Sydney pada Senin, (18/9/2000).KOMPAS/DIAH MARSIDI Lifter putri Indonesia, Winarni, berpose di hadapan para wartawan menunjukkan medali perunggu di tangan kanan, dan rangkaian bunga di tangan kiri, setelah upacara pengalungan medali di Sydney pada Senin, (18/9/2000).

"Jurnalisme bukan hanya sekadar memberikan informasi kepada pembaca, tetapi juga juga menggerakkan orang, membangkitkan empati, dan solidaritas sosial umat manusia," kata Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, saat pembukaan FFK 2018.

"Pemberitaan ini terbukti sudah bisa menggerakkan orang. Winarni mengaku sudah mulai mendapatkan bantuan yang hingga saat ini sudah terkumpul dana sebesar Rp 150 juta. Sungguh, ini bukti bahwa orang Indonesia punya hati," ujar Budiman.

Baca juga: Pilu, Juara Dunia Angkat Besi Pertama Indonesia Kini Kesulitan Cari Biaya Operasi Anak

Kotak Donasi untuk Winarni ada di Festival Fotografi Kompas (FFK) 2018 yang berlangsung di Bentara Budaya dari 31 Juli hingga 5 Agustus 2018. KOMPAS.com/JALU WISNU WIRAJATI Kotak Donasi untuk Winarni ada di Festival Fotografi Kompas (FFK) 2018 yang berlangsung di Bentara Budaya dari 31 Juli hingga 5 Agustus 2018.

Penggalangan dana untuk Winarni ditargetkan bisa mencapai Rp 300 juta. Salah satu upaya penggalangan dana di FFK 2018 adalah dengan melelang foto pada acara pembukaan.

Kejadian unik terjadi saat Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang didapuk akan memberi sambutan tiba-tiba bertindak seolah-olah sebagai petugas lelang menawarkan foto kepada para undangan termasuk sponsor pendukung acara.  

Selain menggalang dana saat pameran foto olahraga, sejumlah foto di FFK 2018 juga akan dijual dan ada pula kotak donasi khusus untuk Winarni bagi para pengunjung yang ingin menyumbang, Seluruh dana didapat akan diberikan kepada Winarni.

FFK bertajuk Sportscapes berlangsung mulai 31 Juli hingga 5 Agustus 2018 di Bentara Budaya Jakarta. Perhelatan tersebut tidak lepas dari besarnya gairah publik terhadap dunia olahraga di Tanah Air dalam menyongsong Asian Games 2018.

Setelah diberitakan di Harian Kompas, kisah Winarni berjuang demi sang buah hati ini ramai dibicarakan di media sosial. Kisah tersebut lalu mendorong Maman Suherman menginisiasi gerakan donasi lewat situs kitabisa.com.

 



Close Ads X