Xavi Anggap Real Madrid Sukses karena Barcelona Hanya Sibuk Belanja

Kompas.com - 01/06/2018, 16:50 WIB
Pemain Real Madrid melakukan selebrasi dengan trofi juara usai mengungguli Liverpool dalam laga final Liga Champions 2018 di Stadion NSK Olimpiyskiy di Kiev, Ukraina, Sabtu (26/5/2018) waktu setempat. Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions 2018 seusai menang 3-1 atas Liverpool. AP PHOTO/MATTHIAS SCHRADERPemain Real Madrid melakukan selebrasi dengan trofi juara usai mengungguli Liverpool dalam laga final Liga Champions 2018 di Stadion NSK Olimpiyskiy di Kiev, Ukraina, Sabtu (26/5/2018) waktu setempat. Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions 2018 seusai menang 3-1 atas Liverpool.

KOMPAS.com - Legenda Barcelona, Xavi Hernandez, menyebut kesuksesan Real Madrid di Liga Champions dalam tiga musim terakhir tidak lepas dari Barcelona yang terkesan tertidur.

Menurut Xavi, dalam tiga musim itu, Real Madrid di bawah asuhan Zinedine Zidane selalu sibuk mempersiapkan tim untuk menjadi juara.

Sementara itu, Barcelona terlalu sibuk dalam persoalan belanja pemain sehingga melupakan tujuan tim sesungguhnya, yakni menjadi juara.

"Barcelona terbengkalai selama beberapa tahun dan memilih sibuk dengan transfer pemain. Real Madrid memiliki gen kemenangan saat Barcelona tengah tertidur," kata Xavi seperti dilansir BolaSport.com dari ElPenalti.

Baca Juga: Resmi Mundur, Zinedine Zidane Penuhi Ucapannya 2 Bulan Lalu

Kedua musuh bebuyutan ini memang memilih jalan berbeda pada bursa transfer musim 2017-2018. Real Madrid cenderung adem ayem dengan hanya berbelanja sebesar 40,5 juta euro atau sekitar Rp 657 miliar.

Sementara itu, Barcelona mengeluarkan uang delapan kali lebih banyak, yakni sekitar Rp 5,4 triliun. Pemain seperti Ousmane Dembele dan Philipe Coutinho menjadi dua pemain termahal Barcelona musim 2017-2018.

Meskipun mengakui kehebatan Real Madrid, Xavi berpendapat bahwa kesuksesan Real Madrid musim ini tidak lepas dari keberuntungan.

Menurut Xavi, ada sebuah keanehan besar kala lawan-lawan Real Madrid di fase gugur kehilangan pemain-pemain mereka saat maupun sebelum laga.

Xavi Hernandez kala merayakan keberhasilan Barcelona meraih gelar Liga Champions di Stadion Camp Nou, pada 7 Juni 2015.JOSEP LAGO/AFP Xavi Hernandez kala merayakan keberhasilan Barcelona meraih gelar Liga Champions di Stadion Camp Nou, pada 7 Juni 2015.

Paris Saint-Germain yang melawan Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions harus kehilangan Neymar, sedangkan Bayern Muenchen yang menjadi lawan di babak semifinal kehilangan Arjen Robben karena cedera.

Teranyar, pemain Liverpool, Mohamed Salah, juga ditarik karena cedera pada laga final.

"Pemain paling penting Liverpool cedera, kiper Bayern Muenchen melakukan blunder. Ini seperti ada 'permainan sihir'," kata Xavi.

Melihat hal ini, Xavi memilih mengkritik Barcelona yang belum mampu berprestasi merengkuh gelar Liga Champions dalam tiga musim beruntun seperti Real Madrid.

"Masalahnya, Barcelona seperti tertidur," kata Xavi.

"Barcelona memang masih memenangi trofi, tetapi klub lain mampu memenangi Liga Champions," tutur gelandang yang kini bermain untuk klub Liga Qatar, Al Sadd, tersebut. (Sri Mulyati)



Sumber BolaSport
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X