Kompas.com - 24/04/2018, 20:20 WIB
Pelatih Bayern Muenchen, Jupp Heynckes, diangkat para pemainnya setelah tim mereka juara Liga Champions 2012-13 dengan mengalahkan Borussia Dortmund 2-1 pada final di Stadion Wembley, Inggris, Sabtu atau Minggu (26/5/2013) dini hari WIB. AFP/PATRIK STOLLARZPelatih Bayern Muenchen, Jupp Heynckes, diangkat para pemainnya setelah tim mereka juara Liga Champions 2012-13 dengan mengalahkan Borussia Dortmund 2-1 pada final di Stadion Wembley, Inggris, Sabtu atau Minggu (26/5/2013) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Pelatih Bayern Muenchen, Jupp Heynckes, di ambang prestasi nan mentereng sepanjang karier sebelum pensiun pada akhir musim ini. Dia berpotensi mencatat treble winner untuk kali kedua.

Ambisi itu bisa terealisasi jika dia lebih dulu membawa Bayern menyingkirkan Real Madrid pada babak semifinal Liga Champions. Dengan demikian, Heynckes berpeluang mengulangi treble winner yang pernah diraih pada 2013 bersama klub yang sama.

Bayern sudah menyegel gelar Bundesliga pada awal bulan ini. The Bavarians juga telah menjejakkan kaki di final Piala Jerman usai mengalahkan Bayer Leverkusen dalam laga semifinal pada pekan lalu.

(Baca Juga: Juergen Klopp Tega Tipu Pemain Liverpool demi Lolos ke Final Liga Champions)

Kini, pelatih yang pernah mengantarkan Real Madrid menjadi kampiun Liga Champions musim 1997-1998 itu juga, tinggal selangkah menapaki final Liga Champins. Dia mengakui, laga nanti sangat menarik perhatian karena mempertemukan dua klub akbat se-antero Eropa.

"Saya rasa partai ini adalah bentrokan dahsyat di Liga Champions," ucap Heynckes dikutip BolaSport.com dari laman AFP.

"Laga ini adalah pertemuan dua tim dengan tradisi hebat di kancah Eropa. Ini adalah undian yang sulit bagi kedua tim yang memiliki permainan atraktif."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak cuma berkesempatan meraih treble winner. Heynckes, yang pada 26 Mei nanti berusia 73 tahun, akan menciptakan sejarah baru andai Bayern menjuarai Liga Champions karena dia akan tercatat sebagai pelatih tertua yang mampu memenangi trofi berkuping lebar itu.

Sebelumnya, rekor itu dipegang oleh Raymond Goethals yang berhasil membawa Olympique Marseille merebut gelar juara Liga Champions musim 1992-1993. Saat itu, Goethals berusia 71 tahun 231 hari.

Tentunya, raihan prestasi tersebut adalah kado perpisahan terbaik bagi Heynckes yang memutuskan pensiun pada akhir musim, sebelum digantikan oleh Niko Kovac.

Bayern akan lebih dulu menjamu Real Madrid pada leg pertama di Allianz Arena, Rabu (25/04/2018) atau Kamis dini hari WIB. Sepekan kemudian, mereka tandang ke Santiago Bernabeu. (Ahmad Tsalis Fahrurrozi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.