Dalam Usia 39 Tahun, Buffon Terpilih Jadi Kiper Terbaik Dunia 2017

Kompas.com - 24/10/2017, 04:34 WIB
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, hadir pada acara malam penghargaan FIFA The Best Football Awards 2017 di London, Senin (23/10/2017).Dok. FIFA Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, hadir pada acara malam penghargaan FIFA The Best Football Awards 2017 di London, Senin (23/10/2017).

LONDON, KOMPAS.com - Penjaga gawang JuventusGianluigi Buffon, didaulat sebagai Kiper Terbaik Dunia 2017. Dia menyisihkan Manuel Neuer (Bayern Muenchen) dan Keylor Navas yang berstatus juara Liga Champions 2016-2017 seusai mengalahkan Juventus pada final.

Buffon meraih penghargaan tersebut pada ajang penghargaan The Best FIFA Football Awards 2017 di London, Inggris, Selasa (24/10/2017) dini hari WIB.  Dia menerima penghargaan itu dari kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel.

Dia pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Apalagi, gelar tersebut diraih saat Buffon telah berusia 39 tahun. 

(Baca juga: 4 Fakta yang Harus Kalian Ketahui Tentang The Best FIFA Football Awards, Nomor 4 Wajib Tahu!)

"Saya sangat bahagia. Gelar ini  merupakan kehormatan besar, terutama untuk kiper seusia saya," ujar sosok yang juga pernah memperkuat AC Parma itu. 

Dia pun tidak lupa mengucapkan terima kasih untuk Juventus, pelatihnya, Massimilliano Allegri, dan para rekan setimnya di Juventus.

"Gelar ini membuat saya bangga, tetapi saya harus berterima kasih ke klub, pelatih dan rekan setim saya. Mereka membantu memungkinkan saya memenangi gelar ini," tutur Buffon. 

Buffon membantu Juventus memenangi Liga Italia pada musim 2016-2017, sebelum menembus final Liga Champions. 

Namun, dia harus merelakan gawangnya dibobol empat kali oleh Real Madrid di partai final. Buffon pun ingin menebus kekalahan itu. 

"Musim lalu sangat fantastis, tetapi Juventus belum bisa menang di Liga Champions. Semoga musim ini perjalanan saya di Juventus dan tim nasional Italia lebih baik," ucapnya.

Dia bukan tanpa alasan mengucapkan cita-cita tersebut. 

"Saya ingin menyelesaikan karier saya dengan kemenangan fantastis," kata Buffon. 

Penghargaan pribadi bagi Buffon sebenarnya bukan hal baru. Salah satu yang fantastis adalah ketika menerima Lev Yashin Award seusai mengantarkan Italia menjadi juara dunia pada 2006. (Lariza Oky Adisty) 

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorJalu Wisnu Wirajati
SumberBolaSport
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X