Zidane Mengenang Aksi "Headbutt" ke Dada Materazzi

Kompas.com - 04/09/2017, 09:16 WIB
Pemain tim nasional Perancis, Zinedine Zidane, menanduk bek Italia, Marco Materazzi, pada final Piala Dunia 2006.Dok. 101 Great Goals Pemain tim nasional Perancis, Zinedine Zidane, menanduk bek Italia, Marco Materazzi, pada final Piala Dunia 2006.

KOMPAS.com - Zinedine Zidane mengenang insiden final Piala Dunia 2006 ketika Perancis kalah adu penalti melawan Italia. Pelatih berusia 45 tahun ini mengaku menyesal dan tidak bangga dengan aksi menanduk dada Marco Materazzi.

Insiden pada menit ke-110 itu menjadi akhir kisah yang getir dalam karier Zidane bersama timnas Perancis. Kartu merah langsung itu menjadi noda karena dia memutuskan gantung sepatu usai turnamen tersebut.

"Saya tidak bangga. Saya sama sekali tidak bangga dengan apa yang sudah saya lakukan," ujar Zidane dalam wawancara dengan Telefoot, Minggu (3/9/2017), ketika melihat kembali rekaman perjalanan kariernya.

"Saya minta maaf kepada semua anak muda, semua orang, kepada semua pelatih yang membuat sepak bola berbeda. Tetapi ini merupakan bagian dari karierku, hidupku. Ini menjadi salah satu yang tidak menyenangkan tetapi anda harus menerima dan mencernanya."

Dalam acara yang sama, Zidane juga diperdengarkan wawancara ayahnya, Smail, dengan pers. Pelatih berusia 45 tahun ini tak kuasa menahan haru sehingga meneteskan air mata ketika mengetahui betapa besar cinta sang ayah.

"Saya tidak malu mengatakan kepadanya bahwa saya mencintainya, juga kepada anak-akan yang besar. Ketika saya menelepon mereka, saya mengatakan bahwa 'Saya mencintai kalian', saya mengatakan itu sebelumnya, saya juga mengatakan itu sekarang dan saya akan mengatakannya lagi," demikian kutipan pernyataan ayah Zidane.

Soal kartu merah tersebut, FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan internasional bagi Zidane. Tetapi karena sudah menyatakan gantung sepatu, Zidane sepakat menggantinya dengan aksi sosial pelayanan masyarakat bersama anak-anak selama tiga hari dalam proyek kemanusiaan FIFA.



EditorAloysius Gonsaga AE
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X