Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Timnas Tidak Dihukum Lebih Berat, Mari Tonton Tanpa Bawa Cerawat

Kompas.com - 17/03/2017, 15:40 WIB
Eris Eka Jaya

Penulis

Sumber PSSI

JAKARTA, KOMPAS.com - PSSI mengimbau suporter timnas Indonesia untuk tidak membawa dan menggunakan flare (kembang api/cerawat) pada laga uji coba timnas versus Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (21/3/2017).

Hal ini dilakukan untuk menyikapi putusan dari AFC Disciplinary Committee yang mendenda Indonesia pasca-partai semifinal dan final pada Piala AFF 2016.

Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin, mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Head of Disciplinary Committe AFC, James Kitiching, terkait kembang api dalam pertemuan NDRC bulan lalu.

"Kita terancam sanksi lebih besar jika masalah flare ini tidak bisa diselesaikan," ujar Hanif, seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (17/3/2017).

"Pencinta timnas harus diberi edukasi bahwa menyalakan flare berarti membiarkan timnas terancam bermain tanpa penonton," katanya.

Berikut ini adalah beberapa poin terkait kembang api dalam rilis yang diterima Kompas.com:

1. AFC menjatuhkan denda yang sangat besar kepada Indonesia pasca-partai semifinal dan final AFF 2016 sehingga PSSI harus mencicil pembayaran denda tersebut selama dua tahun.

2. Jika flare kembali ada di laga resmi, Indonesia terancam dihukum denda yang lebih besar lagi, lebih buruk, yakni dihukum bermain tanpa penonton.

Adapun untuk persiapan laga uji coba ini, pelatih timnas Indonesia, Luis Milla, telah memanggil 26 nama. Ini pun akan menjadi laga resmi pertama Luis Milla bersama timnas Indonesia.

Laga itu merupakan rangkaian persiapan timnas menjelang SEA Games 2017. Oleh karena itu, Milla bakal menurunkan skuad U-22 yang telah menjalani tiga tahapan seleksi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com