Kompas.com - 12/02/2017, 05:47 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga AE

BANDUNG, KOMPAS.com - Kedatangan pelatih baru Persiba Balikpapan, Timo Scheunamman, membawa perubahan signifikan terhadap gaya permainan timnya. Salah satu target Timo yakni mengubah karakter permainan kasar yang kerap diperagakan Persiba pada musim lalu.

Hal itu diungkapkan Timo saat ditemui wartawan di Hotel Topas, Jalan Pasteur, Bandung, Sabtu (11/2/2017).

"(Permainan) kami kan berubah 180 derajat dari cara bermain musim lalu. Pekerjaan rumah saya banyak sekali dari bola panjang ke membangun serangan. Kemudian soal main keras, sepak bola pasti ada main keras tapi tidak boleh kasar," ujar Timo.

Namun, upaya itu belum sepenuhnya terlaksana. Koleksi empat kartu kuning dan satu kartu merah pada laga antara Persiba kontra Persela Lamongan pada turnamen Piala Presiden awal pekan lalu, belum mampu menghilangkan label permainan kasar itu.

"Kemarin dari enam kartu kuning hanya dua atau tiga yang pantas kartu kuning. Selebihnya mungkin komisi wasit PSSI bisa menganalisis tapi yang pasti kami tidak mau bermain kasar," tutur Timo.

"Persiba di bawah saya tidak akan bermain kasar, kami merebut dengan cara taktis dan secara teknis bukan secara fisik. Kalau keras itu bagian dari sepak bola tapi kalau mencari bola mengandalkan kekerasan tidak," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Piala Dunia 2022, Bahkan hingga Maradona Meninggal, Argentina Belum Pernah Lagi Juara

Piala Dunia 2022, Bahkan hingga Maradona Meninggal, Argentina Belum Pernah Lagi Juara

Internasional
Piala Dunia 2022, Bubarnya Generasi Emas Belgia

Piala Dunia 2022, Bubarnya Generasi Emas Belgia

Internasional
Alasan Persita Tangerang Dapat 2 Penghargaan

Alasan Persita Tangerang Dapat 2 Penghargaan

Liga Indonesia
Piala Dunia 2022, 1 Laga Ini Berbau Politik

Piala Dunia 2022, 1 Laga Ini Berbau Politik

Internasional
Alasan PT LIB Revisi Jadwal Pertandingan Persebaya

Alasan PT LIB Revisi Jadwal Pertandingan Persebaya

Liga Indonesia
Ambisi Brasil di Piala Dunia 2022

Ambisi Brasil di Piala Dunia 2022

Internasional
Kesenangan-Ketidakpuasan Rexy Mainaky kepada Pencapaian Malaysia di Commonwealth Games 2022

Kesenangan-Ketidakpuasan Rexy Mainaky kepada Pencapaian Malaysia di Commonwealth Games 2022

Badminton
Tim Top Pun Ada 4 di Piala Dunia 2022

Tim Top Pun Ada 4 di Piala Dunia 2022

Internasional
2022, Persita Tangerang Jualan NFT

2022, Persita Tangerang Jualan NFT

Liga Indonesia
Langkah-langkah Passing Atas dalam Bola Voli

Langkah-langkah Passing Atas dalam Bola Voli

Sports
Kolaborasi IBL dengan Meta lewat Fitur Reels di Instagram

Kolaborasi IBL dengan Meta lewat Fitur Reels di Instagram

Sports
Serba 4 di Piala Dunia 2022

Serba 4 di Piala Dunia 2022

Internasional
Man United Berhenti Kejar Arnautovic, Kemenangan untuk Fan

Man United Berhenti Kejar Arnautovic, Kemenangan untuk Fan

Liga Inggris
Semifinal Piala AFF U16 2022: Timnas Indonesia Mata-matai Permainan Skuad Militan Myanmar

Semifinal Piala AFF U16 2022: Timnas Indonesia Mata-matai Permainan Skuad Militan Myanmar

Liga Indonesia
Piala Dunia 2022, Simak 4 Laga Menarik Ini

Piala Dunia 2022, Simak 4 Laga Menarik Ini

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.