Kompas.com - 24/01/2017, 21:37 WIB
Pelatih baru Persela Lamongan Herry Kiswanto (kiri) saat mengamati latihan tim dari bangku pemain cadangan di Stadion Surajaya, Selasa (24/1/2017) sore. HamzahPelatih baru Persela Lamongan Herry Kiswanto (kiri) saat mengamati latihan tim dari bangku pemain cadangan di Stadion Surajaya, Selasa (24/1/2017) sore.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

LAMONGAN, KOMPAS.com – Terjawablah teka-teki mengenai siapa pelatih anyar Persela Lamongan pada kompetisi musim 2017 setelah Aji Santoso memutuskan bergabung dengan Arema FC. Herry Kiswanto didapuk sebagai pelatih tim berjulukan Laskar Joko Tingkir itu.

Mantan pemain Timnas Indonesia tersebut sudah tampak dalam latihan hari kedua tim, Selasa (24/1/2017) sore. Ini menjadi come back Herry setelah sempat terlibat kasus, yang membuatnya disanksi oleh PSSI tak boleh aktif dalam dunia sepak bola nasional.

"Kini saya harus merintis lagi dari nol, sebab hukuman itu juga tidak jelas. Semua harus dijelaskan, supaya publik juga tahu kebenarannya," pria yang akrab disapa Herkis, Selasa (24/1/2017).

Herkis disanksi PSSI lantaran kasus sepak bola gajah saat memimpin PSS Sleman menghadapi PSIS Semarang pada babak delapan besar Divisi Utama. Dalam momen itu, mereka dianggap dengan sengaja merekayasa hasil pertandingan pada 26 Oktober 2014 lalu.

“Saya tetap bersyukur, kepengurusan baru PSSI telah meluruskan hal itu. Karena saya yakin, kebenaran pasti menang,” kata dia.

Sebelum menentukan pilihannya berlabuh menangani tim Laskar Joko Tingkir, Herkis mengaku telah didekati lima klub. Namun pertemuan dengan Aji dan juga manajer Persela Yunan Achmadi sewaktu kongres PSSI kemarin, membuat Herkis menjatuhkan pilihan di Persela.

“Saat kongres PSSI kemarin saat saya menanyakan sanksi, saya bertemu dengan Aji Santoso dan Mas Yunan. Setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya saya ditawari untuk melatih Persela. Saya sangat bersyukur, karena ini akan menjadi ujian pertama saya usai sanksi kemarin,” tutur Herkis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun bertekad akan membawa Persela untuk bisa lebih bersaing dalam kompetisi musim depan. Fokus utama yang dipikirkan saat ini adalah mencari kerangka tim menghadapi Piala Presiden 2017.

“Saya ingin Persela dapat sejajar dengan tim kontestan lain di kompetisi nanti, dan ini sebuah tantangan besar bagi saya. Saya juga ingin menciptakan para pemain muda bagus potensial dari Lamongan, selepas Dendi (Sulistyawan) meninggalkan tim,” ujar dia.

Manajer Persela Yunan Achmadi secara terpisah mengatakan, pihaknya memang sudah lama menjalin kesepakatan dengan Herkis, meski kepastian itu baru dapat diwujudkan dalam beberapa hari terakhir.

“Kami sudah sepakat menjalin kesepakatan selama satu musim. Dengan agenda Piala Presiden 2017, akan menjadi test case awal coach Herkis bersama Persela,” tutur Yunan.

Lantaran baru bergabung bersama tim, maka latihan skuad Persela pada hari kedua ini juga masih terlihat dipimpin oleh asisten pelatih Ragil Sudirman dan pelatih fisik Taufiq. Sebab pelatih penjaga gawang Erick Ibrahim juga belum menampakkan batang hidungnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.