Kompas.com - 25/06/2016, 19:54 WIB
Penjaga gawang Spanyol, David de Gea, tampil pada laga Piala Eropa 2016 kontra Kroasia, di Bordeaux, pada 21 Juni 2016. GEORGES GOBET/AFPPenjaga gawang Spanyol, David de Gea, tampil pada laga Piala Eropa 2016 kontra Kroasia, di Bordeaux, pada 21 Juni 2016.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Matteo Darmian berpendapat bahwa kiper andalan Spanyol, David de Gea, belum satu level dengan penjaga gawang andalan Juventus dan Italia, Gianluigi Buffon.

Darmian dan para pemain tim nasional Italia lainnya akan menjalani laga babak 16 besar Piala Eropa 2016 kontra Spanyol, di Stade de France, Paris, pada Senin (27/6/2016).

Menjelang partai tersebut, salah satu sorotan publik akan tertuju pada dua kiper andalan dari masing-masing negara, yakni Buffon dan De Gea.

Bagi Darmian, berhadapan dengan De Gea merupakan sebuah pengalaman berharga. Terlebih lagi, De Gea adalah rekan setim Darmian di Manchester United.

Kendati begitu, Darmian menilai bahwa pengalaman dan kemampuan De Gea sebagai penjaga gawang belum setara dengan Buffon.

"Rasanya luar biasa bisa tampil melawan De Gea. Dia adalah salah satu kiper terbaik dunia. Tentu saja, hal itu akan membuat kami kesulitan mencetak gol. Namun, Italia juga mempunyai kiper hebat," kata Darmian seperti dilansir Sport360, Jumat (24/6/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Buffon dan De Gea adalah dua kiper terbaik di dunia, dan mereka memiliki beberapa kesamaan. Akan tetapi, saya pikir Buffon adalah yang terbaik sepanjang masa. Sebagai bek, saya merasa beruntung bisa bermain dengan keduanya," ucap Darmian.

Salah satu penyerang Italia, Graziano Pelle, juga memiliki ambisi untuk menyarangkan bola ke gawang De Gea.

Sebelumnya, Pelle pernah mencetak dua gol ke gawang De Gea saat laga antara Southampton dan Manchester United, pada 20 September 2015. Laga itu berakhir 3-2 untuk Manchester United.

"Saat melawan saya, De Gea melakukan beberapa penyelamatan bagus untuk Manchester United. Namun, saya juga telah mencetak beberapa gol ke gawangnya. Dia adalah kiper yang bagus," kata Pelle.

"Sekarang adalah pertandingan yang berbeda. Ini adalah perkara antara kiper dan penyerang. Saya ingin mencetak gol dan dia ingin membuat penyelamatan. Kita lihat saja siapa yang akan jadi pemenangnya," tuturnya.

Sejauh ini, De Gea sudah kebobolan dua gol dari tiga pertandingan fase grup. De Gea kecolongan dua gol saat Spanyol kalah 1-2 dari Kroasia.

Sementara itu, Buffon belum kebobolan dari dua laga fase grup yang dijalaninya. Pada laga terakhir fase grup kontra Republik Irlandia, Buffon diistirahatkan dan digantikan oleh Salvatore Sirigu (Paris Saint-Germain).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber sport360
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.