Kompas.com - 02/12/2014, 18:31 WIB
Pelatih Manchester United Louis van Gaal menyaksikan timnya melakukan pemanasan, sebelum melakoni pertandingan Premier League melawan Hull City, di Old Trafford, Manchester, 29 November 2014 AFP PHOTO / OLI SCARFF Pelatih Manchester United Louis van Gaal menyaksikan timnya melakukan pemanasan, sebelum melakoni pertandingan Premier League melawan Hull City, di Old Trafford, Manchester, 29 November 2014
EditorTjatur Wiharyo
MANCHESTER, KOMPAS.com - Manajer Manchester United Louis van Gaal menilai Stoke City tim tangguh yang berpotensi menyulitkan MU. Ia pun meminta pasukannya untuk melupakan keberhasilan meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir dan fokus penuh pada laga Premier League melawan Stoke, di Old Trafford, Selasa (2/11/2014).

MU akan menghadapi Stoke dengan bekal selalu menang dalam tiga penampilan terakhir di Premier League, yaitu 1-0 atas Crystal Palace, 2-1 atas Arsenal, dan 3-0 atas Hull City. Dengan kemenangan itu, MU duduk di peringkat keempat klasemen sementara dengan nilai 22, atau unggul satu angka dari West Ham United di peringkat kelima.

Di sisi lain, Stoke hanya meraih nilai empat dalam lima laga terakhir di Premier League dan selalu kalah dalam dua laga terakhir di Premier League, yaotu 1-2 dari Burnley dan 0-1 dari Liverpool. Stoke kini duduk di posisi ke-12 dengan nilai 15.

"Bagi klub top seperti MU, kemenangan adalah hal terpenting dalam satu pekan maupun dalam satu hari kompetisi. Anda harus menang terutama ketika  berada di peringkat keempat. Jika tidak, tim lain akan menggeser Anda. Tentu, saya berharap kami menang pada hari Sabtu (melawan Hull), tetapi kami juga harus menang atas Stoke," ulas Van Gaal.

"Namun, tak ada yang mudah di Premier League. Itu tampak ketika Liverpool kesulitan saat menghadapi Stoke City. Mereka mendapatkan gol (dari Glen Johnson) pada menit ke-85. Anda melihat Arsenal kesulitan melawan West Bromwich Albion. Mereka bahkan bisa kalah. Setiap pertandingan itu sulit. Itulah kenapa Premier League menjadi menarik, yaitu karena Anda tak pernah bisa menebak (akhir pertandingan)."

"Ada astmosfer di setiap stadion dan itu fantastis. Para pemain selalu mendukung tim mereka sampai akhir. Itulah kenapa saya ingin bekerja di Premier League, yaitu atmosfer itu," tutur Van Gaal yang belum pernah menangani tim Inggris hingga bergabung dengan MU pada Juli 2014.



Sumber Sky Sports
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X