Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sanksi FIFA Bisa Bikin Suarez Kian Berbahaya

Kompas.com - 02/08/2014, 19:58 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com
 — Bek Barcelona, Gerard Pique, menilai sanksi berat dari FIFA akan membuat rekan timnya, Luis Suarez, kian termotivasi mengembangkan diri dan, dengan begitu, menjadi momok bagi lawan-lawan Barca.

"Bukan pada tempatnya aku mengatakan apakah sanksi itu layak atau tidak. Namun, menurutku, jika Anda mengambil hak orang untuk bekerja, ini akan membuat mereka sangat marah. Aku yakin, ia akan sangat bersemangat ketika ia kembali beraksi," ujar Pique.

FIFA melarang Suarez membela tim nasional dalam sembilan pertandingan dan larangan terlibat dalam berbagai kegiatan sepak bola selama empat bulan, pada 26 Juni 2014. Larangan terlibat dalam kegiatan sepak bola itu termasuk tidak boleh mengikuti sesi latihan tim.

Sanksi ini diberikan karena Suarez menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, ketika membela Uruguay pada pertandingan fase grup Piala Dunia, di Estadio Das Dunas, Natal, 24 Juni 2014.

Meski begitu, Suarez tidak dilarang terlibat dalam aktivitas transfer pada bursa transfer musim panas ini sehingga ia bisa pindah dari Liverpool ke Barcelona pada 11 Juli 2014.

Karena sanksi FIFA itu, Barcelona tidak bisa memperkenalkan Suarez kepada publik. Jika El Clasico digelar pada 26 Oktober 2014, itu bisa menjadi laga perdana Suarez bersama Barcelona.

Suarez sendiri tengah berusaha bermain lebih cepat. Melalui tim hukumnya, Suarez mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). CAS akan membahas banding Suarez pada pekan kedua Agustus 2014.

Sebelum mengajukan banding ke CAS, pihak Suarez mengajukan banding ke FIFA. Namun, FIFA menolak banding Suarez dan mempersilakan pihak Suarez mengajukan banding ke CAS.

Sebagai catatan, Suarez membantu Liverpool finis pada peringkat kedua Premier League 2013-2014 dengan mencetak 31 gol dan 12 assist dalam 33 penampilan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com